Mangupura (Bisnis Bali) – Sampai saat ini, belum banyak dana amnesti pajak di pasar modal. Karena itu, Otoritas Jasa Keungan (OJK) menilai masih ada peluang yang lebih besar dari pemilik dana yang memanfaatkan amnesti pajak untuk menanamkan sahamnya di pasar modal.

 “Peluang pemilik dana untuk untuk mencari produk-produk hasil imbal investasi yang besar ada di pasar modal sehingga peluang masih terbuka,” kata anggota Dewan Komisioner OJK Nurhaida di Kuta, baru-baru ini.

Ia mengatakan, optimistis pemilik dana akan terus meningkat karena para investor dapat membeli produk saham yang memberikan imbal hasil investasi yang cukup tinggi di pasar modal. Bila mereka membeli obligasi, apalagi obligasi swasta, imbal hasil lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah atau deposito.

“Namun hal tersebut tergantung investor yang ingin menanamkan sahamnya dengan mempertimbangkan faktor risiko,” ujarnya.

Berdasarkan data OJK, pemilik dana yang memanfaatkan amnesti pajak dengan menginvestasikan dananya di pasar modal baru mencapai Rp11 triliun hingga April 2017. “Dari sisi margin, nilai bulan lalu mencapai Rp11 triliun, mungkin saat ini bertambah Rp1 triliun-2 triliun,” imbuhnya. (dik)

BAGIKAN