Furnitur Berbentuk Binatang Bidik Pasar Eropa

29
salah satu bentuk furnitur binatang yang menjadi daya tarik pasar di negara Eropa  (ist)

Denpasar (Bisnis Bali) – Inovasi kerajinan khas Bali memang selalu memiliki daya tarik bagi pasar internasional. Salah satunya furnitur dengan berbagai bentuk binatang, yang biasanya sebagai pelengkap hiasan taman, kini menjadi daya tarik masyarakat negara-negara di Eropa.

Hal ini diungkapkan oleh Manager Operasional di salah satu artshop di Padangsambian Kelod, Denpasar, Wayan Sujana. Dia yang sudah sekitar 11 tahun menjual furnitur berbentuk beraneka hewan ini, yakni mulai dari kuda, jerapah, burung, gajah sampai harimau dan banyak lainnya mengaku, penjualan selama ini lebih banyak di ekspor ke Prancis, Belanda dan paling banyak Spanyol.

“Furnitur bentuk binatang-binatang ini, biasanya digunakan sebagai hiasan taman di perhotelan atau untuk hiasan kebun rumah pribadi. Kami di sini lebih kepada desain dan pemasaran, yang pengerjaan memanfaatkan tenaga kerja di Jawa,” katanya saat ditemui belum lama ini.

Sujana yang merupakan penduduk Kota Denpasar ini juga menjelaskan, untuk pembuatan furnitur berbentuk binatang ini, pihaknya memakai akar kayu Jati, karena menurutnya lebih berkualitas dan lebih bagus. Selain akar kayu jati, kayu mahoni dan akar kayu suar juga kerap digunakan untuk membuat berbagai jenis furnitur yang memiliki nilai seni tinggi ini. “Kalau akar kayu yang lain masih belum berani pakai karena pernah memakainya akar kayu lain jika dilihat dari luar memang tidak apa-apa, tapi ketika dibelah di dalamnya tidak bagus,’’ katanya. (wid)

BAGIKAN