Pasokan Minim, Harga Telur Ayam kian Mahal  

20
NAIK - Minim pasokan, harga telur di pasaran terus naik.  (wid)

Denpasar (Bisnis Bali) – Mendekati bulan puasa, kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok tidak bisa dielakkan. Salah satunya telur ayam ras yang sudah mulai naik dari 3 minggu sebelumnnya, dan saat ini telah mencapai Rp 37.000 per krat.

Salah seorang pengepul telur ayam dari Abiansemal Badung, Dewa Made Arianta, saat ditemui Senin (22/5) kemarin mengatakan, kenaikan harga telur ayam ras dialami secara bertahap yang telah terjadi dari beberapa minggu sebelumnya. Menurutnya, kenaikan harga terjadi karena sedikitnya pasokan dari peternak yang dikarenakan sebagian telur dikirim ke Pulau Jawa untuk memenuhi permintaan masyarakat jelang bulan puasa.

“Mencari telur di peternak lumaya sulit saat ini. Saya biasanya membawa kurang lebih 500 krat setiap harinya untuk dipasarkan, saat ini hanya membawa 200 krat, karena minimnya pasokan,” katanya.

Ditanya soal harga sebelumnya, dia mengatakan, untuk telor dengan ukuran besar sebelumnya hanya dijual dengan harga Rp 33.000 per krat dan menjadi Rp 37.000 per krat. Untuk telur ayam ukuran sedang sebelumnya hanya Rp 32.000 per krat menjadi Rp 34.000 per krat. Dia yang mengaku mensuplai telur ke Pasar Badung dan beberapa warung di Kota Denpasar ini mengatakan kewalahan memenuhi permintaan akibat minimnya pasokan. (wid)

BAGIKAN