Jelang Puasa, Harga Bahan Pangan di Tabanan mulai Naik

20
Sayur hingga ikan teri mulai alami gejolak lonjakan harga jelang momen puasa (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Jelang momen puasa, harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Tabanan mulai merangsek naik dari biasanya. Meski lonjakan dipastikan akan membayangi selama sebulan ke depan (selama puasa), sejumlah pedagang tak berani melakukan penambahan stok karena malah berisiko merugi.

Salah seorang pedagang bahan pangan di pasar Tabanan, Ngurah Putra, Senin (22/5) mengungkapkan, sejumlah bahan pangan sudah mulai mengalami lonjakan dari biasanya. Prediksinya, kondisi tersebut akan terus berlangsung selama momen puasa nanti.

“Persentase lonjakan masih di kisaran tipis dan lebih cenderung terjadi pada bahan pangan jenis sayur-sayuran. Di sisi lain harga bahan pangan jenis bumbu-bumbuan yang sebelumnya cenderung naik, saat ini malah cenderung stabil,” tuturnya.

Paparnya, saat ini bahan pangan jenis bumbu-bumbuan yang mengalami lonjakan harga di antaranya adalah bawang putih yang naik menjadi Rp 45.000 per kg dari posisi Rp 30.000 per kg sebelumnya. Di sisi lain bahan pangan jenis sayur-sayuran yang mengalami gejolak lonjakan harga adalah bunga kol yang naik mencapai Rp 60.000 per kg dari Rp 40.000 per kg, sayur kocai naik berada di kisaran Rp 26.000 per kg dari Rp 8.000 per kg sebelumnya. Begitu pula sayur paprika naik menjadi Rp 80.000 per kg dari Rp 60.000 per kg sebelumnya, dan selada Rp 40.000 per kg dari Rp 30.000 per kg.

Putra menjelaskan, lonjakan harga pangan ini karena pengaruh permintaan pasar yang stabil di tengah menurunnya pasokan barang dari suplayer. Katanya, informasi dari kalangan suplayer menyebutkan bila sejumlah bahan pangan jenis sayur-sayuran ini tengah mengalami penurunan produksi, seiring dengan menurunnya jumlah panen di tingkat petani lokal sekarang ini.

“Pasokan sayur ini kebanyakan datang dari petani lokal di daerah Baturiti yang merupakan sentral sayur dan daerah Kintamani Bangli, yakni daerah tersebut tengah mengalami penurunan produksi saat ini,” ujarnya. (man)

BAGIKAN