Gaet Wisatawan,  Manfaatkan Celah Kosong di Bandara Ngurah Rai

34
DIOPTIMALKAN - Bandara I Gusti Ngurah Rai dioptimalkan untuk menampung kebutuhan maskapai yang mengantar wisatawan ke Bali. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Dalam menggaet 20 juta orang wisatawan mancanegara (wisman) ke  Indonesia 2019, pariwisata Bali harus ditopang infrastruktur bandara yang memadai. Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Minggu (21/5) mengatakan, pelaku pariwisata harus mencari celah  Bandara I Gusti Ngurah Rai sehingga mampu menggaet lebih banyak wisman ke Bali.

Ia mengungkapkan, pariwisata Bali membutuhkan kapasitas bandara yang lebih besar untuk menampung lebih banyak pesawat yang mengantarkan wisatawan dengan rute ke Bali. Pariwisata Bali harus memikirkan  perluasan Bandara Ngurah Rai.

Ia menjelaskan, sebagai langkah cepat menjamu kedatangan  wisman, pemanfaatan Bandara Ngurah Rai harus dioptimalkan. Bali bisa mencontoh bandara yang sangat padat misalnya, bandara Singapura, bandara Amsterdam, bandara London, Paris, dan bandara internasional lainnya.

Dipaparkannya, bandara internasional di luar negeri tersebut sudah dikelola dengan manajemen sangat profesional. Ini dibuktikan nyaris tidak ada kecelakaan di bandara Singapura, andara Amsterdam, London. Pengoptimalan pemanfaatan bandara tentu dibantu alat canggih dan sumber daya manusia yang hebat. (kup)

BAGIKAN