Prabu Bestari Anggur Merah Lokal yang Cukup Potensial  

14

KABUPATEN Buleleng dijadikan sebagai daerah uji coba untuk pembudidayaan anggur merah prabu bestari. Hal ini karena Buleleng sebagai kabupaten penghasil buah anggur terbesar di Bali. Maka dari itu, anggur jenis ini sangat potensial dikembangkan di samping untuk memenuhi permintaan pasar tradisional maupun modern, juga sebagai penunjang desa wisata dari sektor pertanian untuk diperkenalkan kepada wisatawan.

 Anggur merupakan varietas buah yang paling banyak dibudidayakan di Buleleng, namun belakangan ini diketahui permintaan akan buah lokal justru mengalami penurunan, di samping karena persaingan pasar, juga dikarenakan serbuan produk buah impor seperti anggur merah yang lebih memikat para konsumen.

Hal itu juga menjadi salah satu pemicu menurunnya peminat buah lokal dewasa ini.

Menyikapi hal tersebut serta menghindari merosotnya peminat akan buah lokal, Kelompok Tani Lica Cita Karya di kawasan Desa Kalisada Kecamatan Seririt Buleleng melakukan terobosan baru. Kelompok tani ini mencoba membudidayakan tanaman anggur merah atau yang lebih dikenal dengan julukan anggur prabu bestari.

Red price nama lain dari anggur merah prabu bestari ini ternyata sudah mulai menarik minat masyarakat, karena memiliki rasa dan warna menyerupai anggur merah (impor). Hal itu dapat dibuktikan dari dua tahun membudidayakan ternyata mampu terjual dengan harga yang cukup baik, bahkan lebih mahal dari anggur hitam mencapai Rp 30.000 per kilogramnya. Ini menjadi angin segar bagi petani khususnya anggur.(ira)

BAGIKAN