Kian Berhasil, Program Inklusi dan Literasi Keuangan di Bali  

34
Suasana peresmian gedung kantor OJK  (dik)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali Nusa Tenggara mengakui program inklusi dan literasi keuangan yang dilaksanakan OJK bersama LJK dan stakeholder di Bali menunjukkan keberhasilan. Itu terlihat dari indeks literasi dan inklusi yang mengalami kenaikan.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi pada saat peresmian gedung Kantor di Denpasar, Jumat (19/5) kemarin mengatakan, berdasarkan survai nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2016 yang telah dilakukan OJK menunjukkan adanya tren peningkatan. Tingkat indeks literasi keuangan di Bali naik dari 19,5 persen pada 2013 menjadi 37,45 persen pada 2016 lebih tinggi dari indeks literasi keuangan nasional mencapai 29,7 persen. Demikian juga dengan indeks inklusi keuangan di Bali pada 2016 mencapai 76 persen juga lebih tinggi dari indeks inklusi keuangan nasional 67,8 persen.

“Hal ini menunjukkan keberhasilan program inklusi dna literasi keuangan di Bali,” katanya.

Zulmi mengatakan, OJK Regional 8 Bali-Nusra memiliki tugas yang sangat strategis bahkan telah berperan sebagai OJK mini di daerah, karena tidak hanya mengawasi perbankan, tetapi juga industri jasa keuangan lainnya di sektor pasar modal dan nonbank di samping melakukan tugas edukasi dan perlindungan konsumen. Hingga 31 Maret 2017, jumlah lembaga jasa keuangan yang berada dipengawasan OJK Regional 8 berjumlah 344 tergolong cukup banyak dan beragam jenisnya, yaitu 54 bank umum, 698 jaringan kantor yang tersebar di seluruh wilayah Bali, 137 BPR termasuk 1 BPR syariah. (dik)

BAGIKAN