Diplomasi Mampu Tingkatkan Perdagangan dan Investasi RI

15
ist DEBRIEFING - Wakil Rektor IV, Prof Drs. I Made Suastra Ph.D. (tengah), Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri,  Dr. Siswo Pramono (kanan) serta  Duta Besar Dewa Made Juniarta Sastrawan (kiri) dalam acara Forum Debriefing Kepala Perwakilan RI.

Mangupura (Bisnis Bali)- Perluasan kemitraan dalam bidang perdagangan dan investasi menjadi fokus kegiatan rutin Duta Besar RI di berbagai negara. Salah satunya Swedia. Meskipun selama ini perdagangan dan investasi berjalan dengan lancar dan baik, diplomasi harus lebih diperkuat untuk mengembangkan perdagangan dan investasi pada negara tesebut.

Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia, Made Juniarta Sastrawan, pada acara Forum Debriefing Kepala Perwakilan RI, di Jimbaran, Kamis (18/5) lalu. Dia mengatakan, dengan memanfaatkan kemajuan riset dan teknologi serta sistem ekenomi Swedia yang khas, di antaranya ekonomi berdasarkan ekspor dari negara ketiga serta kemampuan riset dan teknologi, dapat membantu meningkatkan dan memperluas perdagangan serta investasi Indonesia. “Dengan memanfaatkan hal tersebut Scania Bus Swedia tidak hanya hadir di Indonesia, tetapi Scania Indonesia telah dimulai diekspor ke negara ketiga, misalnya Fiji dan Bangladesh,” katanya.

Dia mengatakan, guna mendukung promosi Indonesia yang demokratis dan terbuka, maka kegiatan promosi budaya dan kehidupan sosial bangsa dan diaspora Indonesia menjadi bagian kegiatan rutin Duta Besar RI di Swedia. Melalui pementasan rutin gamelan Jawa dan tari daerah Indonesia lainnya serta memperkenalkan kulinari Indonesia oleh keluarga besar KBRI Stockholm secara rutin di Swedia, maka citra budaya Indonesia makin dikenal sampai ke kota kecil di Swedia.

Pada kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri atas para dekan, dosen, mahasiswa, dan pegawai beberapa kantor SKPD Provinsi Bali tersebut diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Udayana yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Prof. Drs. I Made Suastra, Ph.D. dan sambutan dari Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri, Dr. Siswo Pramono. (wid)

BAGIKAN