Agek Parwati Dukung “Entrepreneur” Muda  

42

BANYAKNYA lulusan perguruan tinggi tiap tahun serta kurangnya lapangan kerja, diharapkan para generasi muda mampu untuk menciptakan lapangan kerja sendiri ketika sudah menuntaskan pendidikannya. Hal ini yang membuat Ni Wayan Agek Parwati Asih terus berusaha memotivasi generasi muda agar tertarik menjadi seorang entrepreneur.

Menurutnya jiwa entrepreneur sangat penting bagi generasi muda yang merupakan tumpuan dan harapan bangsa.

Menurut Agek Parwati, banyak keunggulan dari dunia bisnis, seperti mampu menciptakan lapangan pekerjaan, membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran, berpartisipasi dalam pembangunan dengan membayar pajak serta manfaat lainnya.

Namun demikian, dia mengatakan, banyak kendala yang membuat generasi muda belum tertarik untuk memiliki jiwa entrepreneur, seperti halnya pengaruh lingkungan yang kurang mendukung serta pola pikir di dalam keluarga yang cenderung menginginkan anaknya menjadi pegawai negeri dan mendapatkan penghasilan yang tetap.

Selain itu, dikatakannya, perilaku generasi muda mudah menyerah dan kurang percaya diri membuat banyak generasi muda belum tertarik dengan dunia wirausaha. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kurangnya pendidikan entrepreneur di kalangan generasi muda.

“Di sisi lain, anak-anak lebih banyak bercita-cita menjadi pegawai sehingga pola pikirnya cenderung sudah terbentuk padahal menjadi pegawai bisa sambil berwirausaha.

Pemahaman itulah yang terus menerus kami dengungkan di kalangan generasi muda dengan harapan ke depannya banyak generasi muda yang bercita-cita menjadi pengusaha sehingga masalah pengangguran menemukan titik terang dalam pengentasannya,” ungkapnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum IWAPI Bali ini mengatakan, IWAPI sendiri telah mengambil peran dalam pengembangan jiwa entrepreneur pada generasi muda. “Saat ini DPD IWAPI Bali sudah menandatangani MoU dengan beberapa perguruan tinggi dan SMK di Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar guna memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang kewirausahaan. Tidak menutup kemungkinan MoU untuk seluruh kabupaten/kota di Bali,” jelasnya.

Di samping itu, perempuan kelahiran 18 Januari 1981 ini mengatakan, guna menjawab tantangan tersebut, DPD IWAPI Bali juga telah membentuk klinik konsultasi Bisnis DPD IWAPI Bali untuk turut mencetak wirausaha serta memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi para pengusaha. Melalui klinik konsultasi bisnis DPD IWAPI Bali mengadakan workshop, seminar dan pelatihan ke kampus-kampus dan sekolah- sekolah SMA dan SMK guna menumbuhkan minat para generasi muda untuk terjun ke dunia bisnis. Pendampingan kepada pebisnis pemula baik untuk mengurus izin hingga mengadakan konsultasi gratis terkait perkembangan bisnis juga telah dilakukan. Hingga saat ini dikatakannya klinik konsultasi IWAPI ini telah memiliki 50 orang binaan. Ke depannya, dia berharap IWAPI mampu untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda di Bali. (wid)

BAGIKAN