Tabanan akan Gelar ”Tanah Lot Art and Food Festival I” Bertaraf Internasional  

35
  FESTIVAL - Pemkab Tabanan terus menggali serta memaksimalkan potensi yang dimiliki Tanah Lot dengan menggelar event bertaraf internasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Juli 2017 mendatang (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Keindahan panorama dan adanya pura serta beberapa tempat suci yang ada di sekitarnya, menjadikan Tanah Lot sebagai tempat wisata yang religius dan menawan bagi wisatawan yang pernah mengunjunginya. Karena keunggulan tersebut, Pemkab Tabanan berupaya terus menggali serta memaksimalkan potensi yang dimiliki Tanah Lot, kali ini dengan menggelar event bertaraf internasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Juli 2017 mendatang.

Bertajuk Tanah Lot Art and Food Festival dengan tema Luhuring Segara Rasa Lan Raksa dilaksanakan dalam upaya selalu menjaga dan melestarikan seni dan budaya Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan, serta mengangkat potensi seni yang ada di 23 desa adat yang ada di Kecamatan Kediri, yang tentunya akan berpengaruh terhadap tingkat kunjungan Wisatawan mancanegara ke Tanah Lot sebagai world class tourism destination.

Terkait hal tersebut, Selasa (16/5) bertempat di Ruang Rapat Bupati Tabanan digelar rapat dalam upaya memantapkan pagelaran Tanah Lot Art and Food Festival I. Rapat dipimpin langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Asisten I Sekkab Tabanan I Wayan Yatnanadi dan Asisten II Sekkab Tabanan I Wayan Miarsana. Hadir juga Pimpinan DTW Tanah Lot Toya Adnyana, OPD terkait serta pihak event organizer (EO).

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai potensi-potensi seni dan budaya serta kuliner khas Tabanan. Guna dipakai sebagai produk unggulan di dalam menunjang event Tanah Lot Art and Food Festival I yang nantinya akan diagendakan rutin tiap tahunnya.

Dari tiga hari rencana pagelaran event tersebut terpilih 3 kuliner sebagai menu paket yang akan menjadi menu wajib harian (menu special today), yakni hari pertama, sup ares sebagai makanan pembuka, lawar kuwir sebagai makanan utama dan laklak biu (laklak pisang) sebagai menu penutup. Hari kedua mengangkat bahan kuliner yang berasal dari pupuan yaitu rebung tabah yang akan diolah menjadi sup rebung tabah sebagai makanan pembuka, nasi lawar rebung tabah makanan utama dan jaja batun bedil sebagai hidangan penutup. Sementara di hari ketiga yakni hari terakhir juga tidak kalah menarik yaitu olahan ayam berpadu dengan buah mangga, dadar gulung mangga sebagai hidangan pembuka, hidangan utama ayam bakar sambal mangga dan hidangan penutup pisang goreng yang dikombinasikan dengan mangga.

Tentunya tidak hanya itu saja potensi kuliner yang akan ditampilkan mengingat event yang akan berlangsung merupakan event yang merupakan wadah pengembangan dan pelestarian seni budaya serta mengangkat kuliner khas Tabanan sebagai pendamping pariwisata berkesinambungan. Masih banyak lagi potensi yang akan ditampilkan. Misalnya, pengembangan dari olahan kuwir yaitu kuwir nyatnyat. Ada juga bebek rajang khas Tabanan dipadukan dengan minuman es yeh telabah, timbungan dan be guling berpadu dengan es tuak manis. Lawar bungkil gedebong biu batu (olahan dari bongkol pisang batu), dan kopi khas Tabanan yakni kopi leak juga akan ditampilkan berdampingan dengan pisang goreng rangda, dan masih banyak lagi.(man)

BAGIKAN