Optimalkan Bandara Ngurah Rai atau Alternatif Bangun yang Baru 

32
FASILITAS - Bandara I Gusti Ngurah Rai memerlukan penambahan fasilitas dan perluasan areal sehingga mampu memenuhi kedatangan pesawat yang mengantarkan wisatawan ke Bali. (kup)

Seiring program pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia 2019, Bali akan diramaikan pesawat yang mengantarkan wisman sehingga pariwisata Bali accesibility yang memadai. Untuk memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan internasional yang akan rute penerbangannya ke Bali, sektor pariwisata Bali memiliki dua opsi, memilih  membangun bandara baru di Bali Utara atau mengoptimalkan pemanfaatan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

PEMBANGUNAN sebuah bandara internasional mesti ditunjang dengan berbagai infrastruktur dan sarana penunjangnya. Seperti rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) tentu mesti diikuti dengan pembangunan sarana penunjang yang tentu akan banyak mengorbankan lahan hijau ataupun lahan pemukiman penduduk.
Pembangunan bandara baru memberikan harapan pemerataan pembangunan pariwisata Bali. Di sisi lain, pembangunan bandara baru di Bali Utara akan memunculkan dampak negatif yang menjadi imbas dari pembangunan bandara internasional tersebut.
Ketua INCCA Bali IB Surakusuma mengatakan, pembangunan bandara di Bali Utara dikhawatirkan mendorong ambisi stakeholder pariwisata meningkatkan kunjungan wisatawan melebihi kapasitas daya tampung pariwisata Bali. Pembangunan bandara baru di Bali Utara semestinya mendapatkan perhitungan yang matang. Pembangunan bandara baru tentu akan diikuti pembangunan sarana penunjang yang mengurangi lahan hijau akibat alih fungsi lahan.
Ketika alternatif kedua pembangunan baru diambil, akan berdampak pengembangan kawasan Bali Utara untuk kepentingan komersial. Pembangunan BIBU akan berdampak pada penambahan penduduk.
Penambahan penduduk dan penambahan target kedatangan wisatawan melebihi kapasitas daya tampung pariwisata Bali tentunya tidak bagus untuk Bali. Peningkatan kunjungan wisatawan melebihi kapasitas Bali ini hanya akan menghilangkan taksu pariwisata Bali.
Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali ini melihat, masyarakat luar datang ke Bali tidak hanya memenuhi kawasan Bali Selatan tetapi juga akan berbondong-bondong memenuhi Bali Utara dengan adanya BIBU. Kawasan Bali Utara akan dijejali dengan berbagai permasalahan membuat penduduk lokal makin terdesak.
Akibat desakan penduduk luar, masyarakat lokal akan antipati dengan sektor pariwisata. Sektor pariwisata mesti menjaga keindahan akan dengan baik. Perkembangan pariwisata yang berlebih pada akhirnya akan memunculkan stagnasi.
Dikatakannya, pembangunan bandara baru di Bali Utara dikhawatirkan menghilangkan taksu pariwisata Bali akan dampak ikutannya. Stakeholder pariwisata dan pemerintah bisa mengoptimalkan pemanfaatan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Ketika tidak memungkinkan memperlebar lahan Bandara Ngurah Rai bisa diambil langkah memperpanjang bandara ke barat wilayah pantai dengan penerapkan teknologi dan konstruksi bangunan kekinian. Perluasan Bandara Ngurah Rai ini tidak mengorbankan rumah yang dimiliki masyarakat Bali. (kup)

BAGIKAN