I Gede Aryantha Minta Dana Bergulir ”Macet” Dituntaskan

12
Anggota Komisi III, I Gede Aryantha

Mangupura (Bisnis Bali) – Macetnya pengembalian dana bergulir dari belasan koperasi di Badung mendapat perhatian serius dari kalangan Komisi III DPRD Badung. Komisi yang membidangi pendapatan dan aset  ini pun mendorong eksekutif dalam hal ini Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan gencar menagih dana yang belum kembali ke kas daerah. Dari Rp 9 miliar dana bergulir yang diberikan pemerintah melalui Puskop Jagadhita hingga saat ini masih ada sekitar Rp 700 juta belum kembali ke kas daerah. Diskop dan Perdagangan Badung sempat menyebut dana ratusan juta yang macet tersebut sebelumnya dipinjam oleh belasan koperasi yang kini keberadaannya sudah “menghilang”.

“Itu uang pemerintah. Jadi bagaimana pun itu harus tetap dikembalikan ke kas daerah,” kata anggota Komisi III, I Gede Aryantha, Rabu (18/5) kemarin.

Lebih lanjut politisi Gerindra ini meminta para pengurus koperasi yang kecipratan dana bergulir ini agar bertanggung jawab. Karena harus dikembalikan, ia minta secepatnya dikembalikan sehingga kasus yang sempat menyeret pengurus Puskop Jagadhita sampai ke meja hijau ini segera tuntas. “Karena harus kembali, maka harus dipertanggungjawabkan oleh pengurus koperasinya,” ujarnya.

Aryantha berharap, kisruh dana bergulir ini cepat tuntas. Dengan begitu, tidak menjadi preseden buruk bagi perkoperasian di gumi keris. Sebab, bagaimana pun dana bergulir yang sempat digulirkan pemerintah melalui Puskop Jagadhita ini tujuannya adalah untuk membantu permodalan koperasi di Badung. “Kalau kasus ini saja belum klir, bagaimana pemerintah bisa memberikan bantuan serupa lagi?” katanya.(sar)

BAGIKAN