Mangupura (Bisnis Bali) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggandeng kalangan investor nonperbankan dalam upaya membantu para pelaku bisnis rintisan (startup) sub sektor kuliner untuk mengakses permodalan. Investor nonperbankan digandeng karena dalam memberikan bantuan investasi tidak akan meminta agunan seperti perbankan.

Deputi Akses Permodalan Fadjar Hutomo di sela-sela Demodayfoodstarup Indonesia (FSI) Bali 2017 di Nusa Dua, Rabu (17/5) mengatakan, investor nonperbankan bisa bersifat pribadi namun mempunyai dana lebih atau perusahaan perusaahan yang ingin menginvestasikan dananya pada startup sub sektor kuliner.

“Kita umumnya menyeleksi kalangan investor tersebut. Ininya hanya investor yang memiliki ketertarikan dalam bidang kuliner,” katanya.

Investor Demoday FSI Bali  di antaranya Clapham, PMVD (Perusahaan Modal Ventura Daerah), PBMT Ventura, Filantropi Indonesia, Angel Investment Network Indonesia (ANGIN), dan investor  perusahaan modal ventura lainnya

Ia mengatakan, Bekraf memiliki sub sektor unggulan, salah satunya adalah kuliner. Ekonomi kreatif (ekraf) di bidang kuliner memberikan kontribusi sekitar 34 persen pada PDB Ekraf. Harapannya dengan ekosistem yang kondusif diharapkan lebih meningkatkan nilai tambah dan produktivitas. Karenanya melalui Demoday food starup Indonesia (FSI) Bali 2017 akan diselenggarakan pada 22-24 Mei 2017. Ada 50 pengusaha starup sub sektor kuliner yang sudah lolos seleksi.

FSI merupakan kompetisi dan konferensi yang digelar Bekraf untuk memotivasi para pelaku bisnis. Pesertanya adalah pelaku usaha yang menyediakan jasa atau produk kuliner selama satu hingga lima tahun yang memiliki ide kreatif, rekam jejak transaksi, inovasi dan model bisnis yang unggul. 50 startup kuliner yang lolos juga harus memenuhi memenuhi kriteria memiliki transaksi dan segment pasar, berpotensi meningkatkan skalabilias, serta mampu menarik investor untuk berinvestasi.(dik)

BAGIKAN