Pembangunan Bandara Baru  jangan Jadi Beban Pariwisata Bali

64
BANDARA - Pemanfaatan Bandara Ngurah Rai atau pengembangan bandara baru di Bali Utara harus diukur efektivitasnya sehingga tidak membebani sektor pariwisata. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Keterbatasan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai memunculkan rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU), sebagai bandara alternatif. Anggota DPRD Bali,  AA Ngurah Adhi Ardhana, Selasa (16/5) mengatakan, pembangunan bandara baru di Bali Utara ini mesti diukur dulu efektivitasnya sehingga tidak menjadi beban bagi pariwisata Bali.

Ia mengungkapkan, accesibility adalah 1 dari 3 pilar utama peningkatan pariwisata. Pilar pertama peningkatan pariwisata infrastruktur, kedua promosi dan ketiga accesibility. Dengan adanya rencana penambahan bandara baru di Bali Utara tentu  suatu hal yang baik. Apalagi dengan adanya ketimpangan kue pariwisata di Bali.

Dipaparkannya, pembangunan bandara baru di Bali Utara tentu harus dilihat efektivitasnya. Bandara baru ini mesti diukur dari kemampuan dalam mencapai target atau keinginan dan harapan.

Lebih lanjut dikatakannya, makin tinggi atau cepat harapan pembangunan bandara di Bali Utara ini tentu akan juga menghadapi permasalahan. Permasalahan yang akan dihadapi juga makin berat.(kup)

BAGIKAN