Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Desa Saba Andalkan Potensi Desa

20
Tim penilai Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten saat melakukan evaluasi kepada Desa Saba, di Wantilan Balai Banjar Blangsinga, Desa Saba, Blahbatuh, Selasa. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali)- Lomba desa merupakan salah satu kegiatan untuk mengevaluasi perkembangan pembangunan desa dan menilai keberhasilan program pembangunan di segala bidang yang telah dilaksanakan. Desa yang dinilai merupakan salah satu desa terbaik di masing-masing kecamatan. Demikian dikatakan Sekretaris tim penilai Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten, Gede Satya Kusuma, S.H., dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra saat melakukan evaluasi kepada Desa Saba, di Wantilan Balai Banjar Blangsinga, Desa Saba, Blahbatuh, Selasa (16/5).

Satya Kusuma mengungkapkan, perlombaan desa tingkat kabupaten tahun ini berpedoman pada Permendagri Nomor 81 tahun 2015 Tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Ini untuk mengetahui efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat serta mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat, daya saing desa dan kelurahaan yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
Adapun persyaratan untuk mengikuti penilaian ini adalah Desa wajib memiliki profil desa (Prodeskel), Perdes RPJMDes dan RKP Desa 2 (dua) Tahun terakhir. Adapun bidang yang akan dijadikan acuan dalam penilaian tahun ini adalah bidang pemerintahan, bidang kewilayahan, dan bidang kemasyarakatan 2 (dua) tahun terakhir yaitu tahun 2015 dan tahun 2016. ”Yang paling penting adalah status desa yang dapat mengikuti perlombaan desa adalah desa/ kelurahan cepat berkembang,” ucap Gede Satya Kusuma.
Kepala Desa Saba,  I Gusti Ngurah Mahendradata menyampaikan bahwa Desa Saba berfokus pada usaha pemberdayaan masyarakat pada suatu komunitas sehingga mereka memiliki kemampuan dan kesetaraan dengan stakeholder lain. Pemberdayaan masyarakat bisa diartikan menjadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan yang selaras dengan konsep people centered development.

Dalam pemberdayaan masyarakat, dituntut pula partisipasi masyarakat dalam keseluruhan proses pembangunan mulai dari perencanaan sampai implementasi di lingkungan mereka tinggal. Keterlibatan masyarakat baik secara fisik, material, maupun finansial diharapkan mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki proses dan hasil pembangunan yang dilakukan pada masyarakat Desa Saba. (kup)

BAGIKAN