Disperindag Denpasar Sosialisasikan HKI Perlindungan Produk Tingkatkan Kepercayaan Pasar

20
Suasana kegiatan Sosialisasi HKI yang diikuti 25 peserta pelaku IKM se Denpasar yang diselenggarakan Diperindag Kota Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang timbul dari hasil olah pikir otak menghasilkan produk bagi manusia. HKI merupakan hak menikmati secara ekonomis hasil suatu kreativitas intelektual.

Karakteristiknya hak diberikan oleh negara, private right, ekslusif, memiliki masa perlindungan dan bernilai ekonomi. Maka itu, pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar memandang perlu memberikan pemahaman tentang HKI kepada pencipta karya. Khususnya produk unggulan dari masyarakat Denpasar.

Strategisnya HKI, Disperidag Kota Denpasar menggelar Sosialisasi  HKI pada 25 orang pelaku industri kecil dan menengah se – Denpasar. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., saat membuka Sosialisasi HKI 2017, Selasa (16/5) di Denpasar Design Centre (DDC).

Menurut Wayan Gatra, pentingnya HKI selain untuk perlindungan Produk juga mampu mengkerek nilai jual. Pasar akan merespons produk yang memiliki perlindungan hukum. Apalagi konsumen asing sangat mementingkan kemananan sehingga dalam perlakuan pasar menjadi lebih legal. ”Pentingnya HKI, Pemerintah Denpasar pernah berkeinginan untuk mencarikan HKI produk endek. Namun endek bukan saja diproduksi di Denpasar, maka merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Bali. Maka itu, kami hanya boleh mematenkan motifnya saja,” katanya sambil menyebutkan pelaku IKM yang memiliki produksi unik agar segera mempatenkan produksinya. Dengan demikian lebih memiliki perlindungan dan bernilai ekonomi tinggi. Jika terjadi penjiplakan maka pemilik HKI dapat mengklaimnya.
Sementara itu Ketua Panitia, ‎IA Dewi Citrawati, S.E., M.Si., menjelaskan ‎perlunya perlindungan hukum terhadap hasil kegiatan kreatif yang diciptakan melalui ide-ide cemerlang. Berguna dan memberikan dampak baik dari berbagai aspek agar kreativitas yang diciptakan tidak diklaim atau dibajak pihak lainnya. Juga dimaksudkan agar makin tumbuh dan berkembangnya gairah mencipta di bidang ilmu pengetahuan, seni dan satra di tengah-tengah masyarakat industri.

HKI merupakan bagian penting dalam penghargaan suatu karya dalam ilmu pengetahuan, satra maupun seni dengan menghargai hasil karya pencipta inovasi agar dapat diterima dan tidak dijadikan hal untuk menjatuhkan hasil karya seseorang serta berguna dalam pembentukan cipta suatu perusahaan atau industri dalam melaksanakan kegiatan perekonomian.

Ditambahkan maksud dan tujuan sosialisasi HKI meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya HKI. Serta landasan hukum sebagai acuan masyarakat diantaranya pencipta, produsen, pelaku jasa dan pelaku pasar hingga konsumen. Memberikan kejelasan hukum mengenai hubungan antara kekayaan dengan inventor, pencipta, desainer, pemilik, pemakai, perantara yang menggunakan, wilayah kerja pemanfaatannya dan yang menerima akibat pemanfaatan HKI dalam jangka waktu tertentu. ”Juga merangsang IKM memanfaatkan HKI dalam meningkatkan pengembangan teknologi. Dapat membantu komersialisasi, mengembangkan sosial budaya dan dapat menjaga reputasi perorangan menunjang ekonomi masyarakat,” jelas Citrawati.

Sementara itu salah seorang pemakalah sekaligus konsultan HKI, I Ketut Darta, S.H., menjelaskan ‎HKI sudah menjadi tuntutan masyarakat umum. Jika tidak mengikuti perkembangan maka akan ditinggalkan. Untuk itu perlu makna dan manfaat HKI lebih dipahami, terutama bagi pencipta hasil karya. Untuk melindungi dan meningkatkan kepercayaan pemakainya.

Di samping itu juga mampu meningkatkan daya saing dan sekaligus mampu mendongkrak promosi. Dengan produk yang menarik dan ada hak patennya maka lebih diminati pasar. ”Kami akan memberikan pemahaman manfaat HKI kepada peserta. Mulai dari perlindungan secara hukum, mudah mempromosikan sampai sasaran konsumen,” tambahnya. (ad963)

BAGIKAN