Badung Bahari Festival Digelar 19 Mei 2017  

49
ist RAKOR - Wabup Suiasa saat menghadiri saat rapat koordinasi (rakor) persiapan event Badung Festival Bahari di Puspem Badung, Selasa (16/5) kemarin.

Mangupura (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten Badung untuk kali pertama menggelar Badung Bahari Festival yang akan dibuka secara resmi pada 19 Mei di Pantai Tanjung Benoa. Event yang menonjolkan kegiatan bahari ini akan berlangsung selama tiga hari hingga 21 Mei 2017 mendatang. Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi persiapan event Badung Festival Bahari di Puspem Badung, Selasa (16/5) kemarin. Rapat koordinasi dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kadis Pariwisata I Made Badra dan Kadis Kelautan Putu Oka Swadiana selaku leading sector, semua unsur yang terlibat serta perangkat daerah di Badung.
Kadis Pariwisata I Made Badra didampingi Kadis Perikanan Putu Oka Swadiana menyampaikan Badung Bahari Festival yang pertama ini mengangkat tema “potensi bahari dalam memdukung kegiatan pariwisata di Kabupaten Badung”. Pada hari pertama yakni acara pembukaan pada Jumat, 19 Mei akan dimulai dengan atraksi water sport, pagelaran gong kebyar dan tari sekar jepun dari dinas kebudayaan. Badung Bahari Festival akan dibuka Bupati Badung bersama Dirjen Kementerian Kelautan yang ditandai pemukulan gong dan pelepasan balon. Setelah dibuka, akan dimeriahkan oleh tarian nelayan yang dibawakan 200 anak SD di Tanjung Benoa, penampilan Adi Merdangga “Ketug Gumi” dari ISI Denpasar. Dimeriahkan pula parade King/Queen yang melibatkan 20 pasang tamu asing serta parade putri bahari dan parade Jegeg Bagus Badung. Diisi pula dengan lomba foto bahari, serta kuliner Nusantara.
Made Badra menambahkan, pada hari kedua, Sabtu 20 Mei digelar dragon boat festival di Pantai Kedonganan yang diikuti 9 negara. Surfing Competition di Pantai Halfway-Kuta dan lomba renang/kompetisi balawista di perairan pantai Kuta. Sementara pada hari ketiga, Minggu 21 Mei, dilaksanakan kuliner Nusantara di Pantai Pandawa, Fishing Tournament di perairan Selat Badung. Parade Jukung Tradisional yang diikuti 100 jukung dengan rute di sepanjang perairan pantai pesisir barat Badung dengan start dari pantai Cemagi. Dimeriahkan pula marching band dari Universitas Udayana pada acara penutupan di Pantai Pandawa dan Gelaran Sendratari “Baruna Murti” di pantai Kedonganan.
Wabup Suiasa mengatakan, Badung Bahari Festival merupakan event yang pertama kali digelar Pemkab Badung dan event ini merupakan salah satu agenda yang telah dipikirkan sejak membuat visi misi. “Kami bersyukur event Badung Bahari Festival dapat digelar. Ini sebagai rintisan awal, dan kemudian mencari inspirasi dengan mengumpulkan ide, gagasan seluruh pihak, sehingga ke depan dapat dikemas lebih kreatif, inovatif dan lebih bersinergi,” jelasnya. Melalui Badung Bahari Festival ini, Pemkab Badung ingin mencoba mengkolaborasi dan membuat formulasi kembali terhadap konsep pembangunan di Kabupaten Badung. Kita sudah sepakat, Badung dibagi menjadi tiga wilayah pembangunan yakni Badung Utara, Badung Tengah dan Badung Selatan. Di Badung Utara dengan potensi pertaniannya secara rutin telah digelar Festival Budaya Pertanian, Badung Tengah dengan potensi pertanian dalam arti luas, serta budayanya, digelar Festival Seni Budaya dan di Badung Selatan dengan potensi kelautan dan pariwisata dengan event Badung Bahari Festival. “Ikon-ikon sebagai wujud formulasi potensi yang kita miliki ditiga wilayah badung ini sudah dikemas dalam sebuah event sesuai potensi wilayah. Yang membingkai semua kegiatan ini didasari oleh budaya. Inilah PPNSB dengan konsep hulu, tengah dan hilirnya,” jelasnya.
Terkait dengan kegiatan-kegiatan pada Badung Bahari Festival, Wabup Suiasa sangat mengapresiasi, terlebih keterlibatan tamu asing. Namun Suiasa, juga mempunyai pemikiran untuk memunculkan potensi nelayan lokal, potensi ini mungkin dapat dikemas dalam bentuk lomba/parade membuat jaring maupun bubu. Selain itu juga perlu dipikirkan membuat sebuah museum bahari. (ad966)

BAGIKAN