Salurkan KUR Ekonomi Sulit Berpeluang Jadi Sandungan Perbankan  

17

Denpasar (Bisnis Bali) – Ekonomi sulit, salah satunya diukur dengan belum membaiknya daya beli masyarakat pada triwulan I 2017, dinilai Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Fisikal dan Moneter Drs. IB Kade Perdana, M.M. berpotensi jadi sandungan bank dalam pencapaian target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini. Karena itu, stimulus kebijakan ekonomi dari pemerintah guna mampu menggerakan sektor usaha sekaligus pertumbuhan ekonomi sangat mendesak.

“Hingga kini sektor usaha yang ada masih cenderung stagnan atau belum ada tanda-tanda membaik dari tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tentunya kurang baik bagi pertumbuhan ekonomi, meski pemerintah telah menggelontorkan kredit program penguatan modal saat ini,” tutur Kade Perdana di Denpasar, Minggu (14/5) kemarin.

Ia menerangkan, daya beli yang lesu membuat aktivitas perdagangan menjadi lesu sehingga omzet penjualan para pelaku usaha menjadi cenderung stagnan atau menurun. Bercermin dari kondisi tersebut, tidak sedikit kalangan usaha kecil menunda melakukan pengajuan kredit karena takut tidak mampu melunasi kewajiban. Akibatnya, dari sisi perbankan penyalur KUR akan sangat kesulitan untuk menyukseskan program pemerintah tersebut.

Menyikapi hal tersebut, jelas Kade Perdana, yang juga mantan Direktur Utama PT Bank Sinar Harapan Bali, dibutuhkan kebijakan lain selain penguatan modal (KUR) bagi kalangan pelaku usaha kecil saat ini. Katanya, saat ini dibutuhkan kebijakan stimulus fiskal. Contohnya dengan berani menaikkan gaji pegawai, sesegera mungkin merealisasikan proyek pemerintah yang didanai dari APBD maupun APBN. (man)

BAGIKAN