REI dan Perbankan Optimis Pasar Perumahan di Singaraja Prospektif

17
  Real Estate Indonesia (REI) Bali dan Bank BPD Bali menaruh keoptimisan daya serap perumahan subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Singaraja yang memiliki pasar cukup prospektif. (ist)

Denpasar (Bisnis Bali) – Real Estate Indonesia (REI) Bali dan Bank BPD Bali menaruh keoptimisan daya serap perumahan subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Singaraja yang memiliki pasar cukup prospektif. Beberapa kawasan di Kabupaten Buleleng masih memiliki harga tanah yang tergolong terjangkau dan tingkat penjualan yang tinggi.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Bali, Pande Agus Permana Widura, di Renon, Minggu (14/5) mengatakan, harga rumah subdisi dengan skema FLPP di Bali mencapai Rp141,7 juta dengan pembayaran uang muka mencapai 1 persen dengan bunga per bulan mencapai 5 persen.

“Skema FLPP ini baru bisa diterapkan di tiga wilayah, yaitu Buleleng, Jembrana dan Karangasem karena harga lahan yang masih terjangkau,” katanya.

Dari total sekitar 1.500 unit rumah FLPP yang dibangun sampai saat ini, kata Pande Agus, Buleleng memang paling banyak dibangun rumah subsidi tersebut yang mencapai sekitar 1.000 unit. Sisanya di Jembrana  mencapai 300 unit dan Karangasem 200 unit.

Prospektifnya pasar perumahan di Buleleng ini, bisa dilihat dari daya serap yang tinggi juga. Menurutnya, itu didukung oleh tingkat perekonomian di Bali Utara yang meningkat, jumlah penduduk yang paling banyak di Bali serta didukung pengembangan pariwisata. Ditambah,  pemerintah daerah setempat juga mendukung pengembangan perumahan tersebut.

“Pemerintah daerah memang memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan perumahan bersubisidi,” terangnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, daya serap perumahan subsidi di Singaraja sudah mencapai 50 persen. Kawasan rumah subsidi rata-rata tidak dibangun di daerah perkotaan, namun di daerah pinggiran atau jauh dari pusat kota seperti di Buleleng yakni, di daerah Seririt.

Hal senada dikatakan Direktur Operasional Bank BPD Bali, I Gusti Ngurah Agustana Mendala, di Renon. Bank BPD Bali dalam waktu dekat ini siap membiayai kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Perkiraan dana yang dibiayai mencapai Rp 58 miliar dengan pemenuhan jumlah KPR subsidi mencapai 522 unit.

Program KPR bersubsidi ini sesuai kerja sama Bank BPD Bali dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). KPR FLPP memang ditujukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ke bawah, baik itu tetap maupun tak tetap. (dik)

BAGIKAN