Meningitis Berlalu, Peternak Babi di Tabanan tetap Mengeluh

33
(man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Meredanya isu meningitis pada babi yang sempat merebak beberapa waktu lalu, tak serta merta disambut gembira oleh sejumlah peternak babi di Kabupaten Tabanan saat ini. Peternak babi tetap mengeluh, meski permintaan pasar akan babi mulai membaik saat ini.

“Pascameningitis nasib peternak babi tidak lebih baik dari sebelumnya. Sebab, harga babi yang sebelumnya turun akibat dampak Meningitis, tidak mengalami perubahan yang signifikan atau bisa dibilang harga cenderung stagnan, bahkan turun saat ini,” tutur Wakil Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (GUBI) Bali, Nyoman Ariadi, di Tabanan, Minggu (14/5).

Ia menerangkan, penurunan harga tersebut membuat peternak kerakyatan (peternak kecil) tetap merugi pascameningitis. Padahal menurutnya, saat ini stok babi yang di tingkat peternak jumlahnya sudah jauh menurun dari sebelumnya, namun itu tidak membuat harga babi di tingkat peternak menggairahkan.

Ariadi menjelaskan, kondisi tersebut diduga akibat adanya permainan ditingkat tukang jagal yang membuat harga babi menjadi turun hingga Rp 1.000 per kg -Rp 2.000 per kg dari sebelumnya. Katanya, harga sebelumnya yang sempat berada di kisaran Rp 26.000 per kg-Rp 27.000 per kg, kini malah berada di kisaran Rp 24.000 per kg-Rp 25.000 per kg. Bahkan, ada yang menyentuh Rp 23.000 per kg tergantung kualitas daging.

Lanjutnya, indikasi permainan jagal untuk menekan harga jual babi terjadi misalnya, jagal membeli babi di tingkat peternak mencapai Rp 24.000 per kg dan dijanjikan ternak tersebut akan diambil dalam jangka waktu satu-dua hari.

Namun, kenyataannya yang terjadi setelah kesepakatan harga tersebut, pihak jagal tidak segera mengambil ternak yang akan dibeli sesuai kesepakatan. Akibatnya, peternak ini bingung karena semakin lama pemeliharaan, makan biaya yang harus ditanggung peternak juga lumayan besar, khususnya untuk pembelian pakan.

“Akhirnya, kondisi tersebut membuat peternak babi ini pasrah. Buntut-buntutnya, seberapapun harga yang ditawarkan pihak jagal lainnya, peternak cendrung merelakan harga yang disodorkan, walau lebih murah dari harga pasaran,” ujarnya.  (man) 

BAGIKAN