Operator selular (opsel) belakangan ini memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan seluruh aktivitas perusahaan yang berpedoman pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Apa saja komitmennya?

KOMITMEN tersebut diwujudkan oleh opsel dalam program-program corporate social responsibility (CSR) sekaligus sebagai program unjuk gigi dengan menggunakan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang menempatkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara sejajar dan saling terkait satu sama lain.

Hal terpenting dan senantiasa menjadi fokus opsel sejak didirikan adalah menjaga hubungan baik dengan stakeholder. Terus berinteraksi dan tumbuh bersama para pelanggan, pemegang saham, investor, karyawan, pemasok, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan warga sekitar perusahaan juga dengan alam (lingkungan).
Menurut Chief of Corporate Affairs Officer XL Axiata, Eka B. Danuwirana, perusahaannya sangat paham bahwa menjaga hubungan harmonis dengan stakeholder sangat penting untung kelangsungan hidup perusahaan untuk maju dan melangkah bersama dalam membangun kinerja yang lebih baik lagi.
Misalnya, belum lama ini di Bali, pihaknya bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjalin kerja sama mewujudkan Program 1.000 Sekolah Broadband. “Program ini merupakan bentuk nyata dukungan kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan akses internet cepat dan teknologi digital,” ujarnya.
Lanjutnya, kesepakatan bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam hal ini Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, akan sangat mambantunya dalam memetakan sekolah-sekolah yang perlu kami prioritaskan untuk menyalurkan donasi. “Dalam memilih sekolah-sekolah ini, kami harus cermat mengingat ada banyak sekali sekolah yang pasti membutuhkan fasilitas internet cepat,” ungkapnya.

Harapannya, program 1.000 sekolah broadband ini akan bisa mampu membantu pemerintah dalam meningkatan kualitas pendidikan anak-anak  di berbagai daerah melalui pemanfaatan internet cepat secara efektif dan tepat guna, serta untuk mengakses sumber-sumber ilmu pengetahuan yang bisa meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan mereka.
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas inisiatif yang dibangun XL Axiata melalui program 1.000 sekolah broadband. “Program ini sangat sesuai dengan salah satu agenda dari kementerian yang memang sedang berusaha memeratakan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar dan menengah,” ujarnya. Karena itu, pihaknya sangat terbuka kepada XL Axiata untuk membantu pengembangan program 1.000 sekolah broadband ini. “Kami berharap program ini sekaligus akan mampu mengurangi kesenjangan atas penerapan teknologi digital oleh sekolah-sekolah di daerah dan di kota-kota besar, termasuk juga kesenjangan dibandingkan dengan sekolah di luar negeri,” tandasnya.
Danuwirana menambahkan, pihaknya percaya teknologi digital yang saat ini terus maju secara pesat harus mampu diambil manfaatnya oleh masyarakat Indonesia. Salah satu bagian dari masyarakat yang benar-benar musti menguasai teknologi digital adalah anak-anak usia sekolah menangah atas, yang sebentar lagi akan memasuki usia produktif. “Belajar dari pengalaman negara maju, penguasaan dan penerapan atas suatu teknologi secara tepat guna sudah harus ditanamkan pada anak-anak sejak dini,” jelasnya.(aya)

BAGIKAN