Beternak Bebek Petelur, Keuntungan pun Besar

62

KEBUTUHAN telur bebek di Bali cukup tinggi. Selain untuk dikonsumsi, telur yang satu ini juga dibutuhkan untuk pelengkap sarana upacara. Dengan demikian beternak bebek petelur menurut Ir. Yan Tonga, M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa memang cukup menjanjikan bila digeluti masyarakat.

Yan Tonga memaparkan, di negara kita kebanyakan peternak bebek melakukan pelihara secara tradisional yaitu dengan menggembalakan bebeknya di area persawahan, sungai ataupun tempat-tempat yang banyak airnya. “Bebek memang jenis unggas air, sehingga dalam pemeliharaan membutuhkan kedekatan dengan air. Dengan pemeliharaan secara tradisional ini tujuannya memang untuk menekan biaya pemeliharaan,” ucapnya.

Bebek sebenarnya ada dua jenis yaitu itik dan kuwir, namun di tingkat petani ternak saat ini yang lebih banyak dikembangkan adalah itik petelur. Peternakan itik ini memberikan keuntungan lebih besar yaitu produksi telur yang banyak dibutuhkan masyarakat dan saat itik sudah menurun produksi telurnya, itik dapat dijual untuk dijadikan daging potong.

Sebelum memelihara bebek harus disiapkan kandang yang bisa memberikan kenyamanan buat bebek. Kandang yang dibangun harus memenuhi persyaratan ekonomis yaitu tidak perlu terlalu mahal tetapi bisa memenuhi syarat. “Kandang bebek sistem pekarangan merupakan penggabungan antara terkurung dan lepas. Alas kandang yang dilapisi dengan sekam, atap kandang yang sering digunakan adalah menggunakan anyaman daun kelapa.

Untuk pemilihan bibit bebek petelur yang dipelihara harus yang benar-benar merupakan ternak unggul dan telah mendekati umur bertelur. Sehingga peternak tidak banyak menghabiskan biaya pemeliharaan. “Untuk bibit sebaiknya beli itik yang berumur 4-5 bulan. Dua bulan kemudian itik akan mulai bertelur,” katanya. (pur)

BAGIKAN