Denpasar (Bisnis Bali) – Bank BPD Bali hingga awal Mei 2017 ini sudah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 29 miliar. Kendati demikian, bank milik krama Bali ini akan terus mengejar target penyaluran KUR agar bisa merata ke seluruh masyarakat.

Direktur Operasional Bank BPD Bali, IGN Agustana D. Mendala saat dihubungi di Sanur, Minggu (14/5) kemarin mengatakan, bila melihat data KUR pada Desember 2016, plafon yang disalurkan untuk KUR mikro mencapai Rp 9,8 miliar dan retail Rp 542 miliar. Baki debet KUR mikro mencapai Rp 7,8 miliar dan retail Rp 247 miliar. Sementara penyaluran hingga Mei 2017, kata Agustana, untuk KUR mikro menambah plafon hingga Rp 2,2 miliar dan retail menambah plafon penyaluran Rp 26,7 miliar.

“Total Rp 29 miliar selama lima bulan ini penambahan plafon atau yang berhasil disalurkan,” katanya.

Ia tidak memungkiri, bila melihat perkembangan data KUR hingga April 2017 masih di bawah target. Untuk KUR mikro masih 62 persen dari target, begitu pula retail masih 28 persen dari target. Belum mencapai target penyaluran KUR karena semua sektor ekonomi belum pulih dari keadaannya.

Terkait wilayah penyaluran KUR selama 5 bulan terakhir, Agustana mengungkapkan, pencapaian cabang Mangupura untuk KUR mikro tertinggi mencapai 20 persen, sedangkan KUR retail paling tinggi berada di Tabanan mencapai 20 persen. Penyaluran KUR retail yang mencapai Rp 125 juta lebih tinggi di Tabanan, menurut dia, kemungkinan konsumen di Tabanan pada tahun sebelumnya masih ada yang belum mendapatkan kredit sehingga tahun ini baru bisa terealisasi dan tercatat tumbuh tinggi. Begitu pula cabang Mangupura  yang kawasannya bergandengan dengan Denpasar dan Badung, sehingga kuenya terbagi.

“Karena itu, kami akan terus berupaya mengejar target pencapaian penyaluran KUR tahun ini,” ucapnya.(dik)

BAGIKAN