Mangupura (Bisnis Bali) – Pusat Koperasi (Puskop) Jagadhita Badung, Jumat (12/5) kemarin, menggelar rapat anggota tahunan (RAT) ke-12 tahun buku 2016 di ruang Kerta Gosana Puspem Badung. Dalam RAT terungkap, sisa hasil usaha (SHU) koperasi sekunder ini naik 14 persen dibandingkan dengan tahun buku 2015.

RAT dihadiri Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H., Sekretaris Dekopinda Badung Wayan Suardika, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan yang diwakili salah satu kabidnya IB Alit Arsana, Ketua Puskop Jagadhita Putu Alit Suarsawan, S.E. beserta jajaran pengurus serta ratusan anggotanya.

Saat ditemui usai acara pembukaan RAT, Ketua Puskop Jagadhita Putu Suarsawan didampingi Wakil Sekretaris Made Sutarma menyatakan, pada 2015, SHU yang diperoleh mencapai Rp 208.345.557, sementara untuk 2016, SHU yang berhasil diperoleh naik menjadi Rp 238.145.475. “Kenaikan SHU mencapai 14,30 persen,” tegasnya.

Berdasarkan proyeksi, realisasi SHU pada 2016 lalu, katanya, mencapai 104,35 persen. SHU awalnya diproyeksi hanya Rp 228.208.081, sementara realisasinya mencapai Rp 238.145.475. “Realisasi SHU mencapai 104,35 persen,” katanya.

Ditanya mengenai aset, Alit Suarsawan menegaskan, aset pada 2016 mengalami kenaikan yang cukup fantastis. Kenaikannya mencapai 21,27 persen.

Dia merinci, pada 2015, aset tercatat hanya Rp 7.435.016.866, sementara pada 2016 aset mencapai Rp 9.016.345.004. Kenaikan aset Rp 1.581.328.138 atau mencapai 21,27 persen.

Ditanya mengenai dana bergulir Pemkab Badung senilai Rp 8,477 miliar yang disalurkan Puskop Jagadhita, Suarsawan menegaskan, sejak kasus membelit pada 2010, dana tersebut sudah dikembalikan ke kas daerah. “Dana bergulir pemkab yang belum dikembalikan awalnya Rp 1,5 miliar, namun pada 2016 dana yang belum dikembalikan hanya Rp 804 juta,” katanya sembari menambahkan, saat ini puskop menggulirkan dana kepada anggota (koperasi primer-red) dengan suku bunga 12,5 persen. Saat memberi sambutan pada pembukaan RAT, Ketua Puskop Putu Suarsawan mengucapkan terima kasih atas fasilitas gedung yang diberikan oleh Pemkab Badung. “Dengan gedung yang ada sekarang di Jalan Praja I No. 1 Dalung ini, pelayanan kepada anggota pun bisa lebih representatif,” tegasnya.

Dia memaparkan, pada 2010, puskop sempat mengalami guncangan. Namun sejak 2015, persoalan hukum yang membelit selesai. Sejak itulah, pihaknya  mulai menyusun strategi termasuk misi dan visi yang ingin dicapai.

Dia menyatakan, Puskop Jagadhita menjalankan setidaknya tiga fungsi. Pertama, sebagai penyelenggaran pendidikan dan latihan (diklat). Kedua, meningkatkan kompetensi pelaksana perkoperasian, dan ketiga, menjadi referensi audit internal.

Sementara itu, Sekretaris Dekopinda wayan Suardika berharap, RAT benar-benar digunakan anggota untuk memberikan saran demi perbaikan pengelolaan puskop. Dia pun berharap, puskop bisa merangkul seluruh koperasi yang ada di Badung. “Hal ini karena puskop merupakan wadah bagi koperasi primer.

Sesuai catatan, saat ini jumlah koperasi di Badung yang mengantongi badan hukum (BH) lebih dari 600 unit. Dari jumlah tersebut, koperasi yang aktif mencapai 400 unit. Yang baru menjadi anggota puskop hanya 206 unit. (ad937)

BAGIKAN