BUDI DAYA terong  yang merupakan jenis sayuran semusim sangat mudah dilakukan. Terong dapat tumbuh di mana pun, baik dataran rendah maupun dataran tinggi.

Terong memiliki kandungan asam folat, flavonoid, dan serat yang tinggi sehingga terong dapat menurunkan kadar kolesterol, mengatasi diabetes, dan diduga dapat mencegah kerusakan otak bayi di dalam kandungan. Terong juga memiliki antioksidan yang tinggi sehingga konsumsi terong cukup tinggi di masyarakat.

“Tanaman terong membutuhkan sinar matahari yang cukup. Karena itu cocok ditanam pada musim kemarau,” kata I Ketut Sueta, petani asal Banjar Lawak, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang Kabupaten Badung.

Ia yang membudidayakan terong di sela-sela tanaman jeruk mengaku mendapat banyak keuntungan dari tumpang sari terong.

Benih terong dapat diperoleh dengan mudah di toko pertanian, pastikan benih yang dipilih merupakan benih bersertifikat dan terjamin kualitasnya. “Sebelum disemai, lakukan seleksi benih dengan cara memasukkan benih ke dalam air. Benih yang baik adalah benih yang tenggelam dan dapat langsung disemai,” ucapnya.

Namun sebelum itu buatlah bedengan persemaian dengan ukuran panjang 2 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 30 cm.

Taburkan pupuk kandang secukupnya di bedengan, lalu ratakan dengan tanah. Sebelum ditanami, diamkan selama seminggu. Taburkan benih di atas bedengan secara berderet, lalu tutup dengan tanah. Siram benih setiap pagi dan sore. Setelah berumur 1,5 bulan atau telah memiliki empat helai daun, bibit siap ditanam. “Tetapi kalau ingin yang praktis banyak yang menjual bibit yang siap tanam dengan harga Rp 200 per pohon,” tuturnya. (pur)

BAGIKAN