Terbentur Harga Lahan, REI Harapkan FLPP Dikaji Ulang  

24

Denpasar (Bisnis Bali) – Real Estate Indonesia (REI) Bali pada 2017 ditergetkan dapat mewujudkan 6.000 unit rumah bersubsidi atau rumah murah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Tetapi karena terkendala harga lahan, REI Bali akan mengusulkan dengan REI pusat serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar bisa mengkaji harga FLPP tersebut.

Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura didampingi Sekretaris REI Bali Tino Wijaya saat ditemui di sela-sela rapat pengurus di Renon, Kamis (11/5) kemarin mengatakan, FLPP di Bali dipatok dengan harga dasar Rp 141,7 juta. REI Bali baru mampu mewujudkan FLPP tersebut di tiga kabupaten.

“Saat ini baru bisa mewujudkan sekitar 1.500 unit yang tersebar di Buleleng mencapai 1.000 unit, Jembrana 200 unit dan Karangasem 300 unit,” katanya.

Itu berarti dari target yang ditetapkan REI pusat yang mencapai 6.000 unit masih susah terwujud. Untuk menyukseskan program satu juta rumah FLPP dengan harga terjangkau tersebut, kata dia, di Bali masih terkendala harga lahan yang tidak sama di setiap daerah.

“Untuk itu kami akan mengusulkan ke Kementraian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengkaji harga FLPP tersebut. Tujuannya agar FLPP ini bisa dikembangkan di semua kabupetan/kota di Bali,” harapnya. (dik)

BAGIKAN