Tabanan akan Digelontor Mesin Penggilingan Padi oleh Pemerintah Kota Toyama

27
  Bupati Eka dan Perwakilan Pemkot Toyama Lakukan Peletakan Batu Pertama (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Setelah digelontor pembangkit listrik tenaga mikro hidro, Pemerintah Kota Toyama, Jepang juga akan memberikan bantuan dua mesin penggilingan padi atau rice mill. Mesin tersebut nantinya juga memanfaatkan energi listrik yang dihasilkan turbin air dari instalasi pembangkit listrik tenaga mikro hidro.

“Satu nantinya dikelola oleh BUMDa dan satunya lagi dikelola masyarakat Jatiluwih sendiri,” tutur Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, di sela-sela proses peresmian pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, belum lama ini.

Proses peresmian proyek hibah dari  Japan International Cooperation Agency (JICA) disaksikan beberapa perwakilan dari Pemprov Bali, Sekda Kabupaten Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan masyarakat Desa Jatiluwih. Sementara dari Pemerintah Kota Toyama Jepang terdiri dari Mr Koshin Takata serta tim inti pemasangan instalasi turbin air, Suiki Kogyo. Tim tersebut dipimpin oleh Mr Kozo Monura. Kemudian ada juga Managing Director, Mr. Naoto Nomura, Kepala Proyek Mr. Takeshi Kubota, dan Presiden Direktur Konsultan Proyek Mr. Tomoaki Ichimori.

Bupati Eka menyampaikan rasa bersyukurnya terhadap realisasi pembangkit listrik tersebut. Terlebih, makanisme kerja instalasi pembangkit listrik tersebut memanfaatkan dorongan arus air sungai.

“Saya ungkapkan rasa terima kasih yang tinggi. Setelah tiga tahun dalam suka dan duka bersama masyarakat, Pemerintah Kota Toyama, dan semua elemen yang terlibat dalam proyek ini sudah bisa merealisasikan impian kami. Mesin tenaga hidro ini bisa dipasang,” ujarnya.

Dikatakan, Jatiluwih merupakan surganya Kabupaten Tabanan. Karena itu, upaya terbaik harus dilakukan untuk Jatiluwih dan Kabupaten Tabanan pada umumnya. “Sebab, masyarakat kami adalah petani. Kami perlu menaikkan derajat dan taraf hidup mereka,” imbuh Bupati Eka. (man)

BAGIKAN