Pembangunan Bandara di Buleleng Wujudkan Pemerataan Pembangunan Pariwisata

77
BANDARA - Pembangunan bandara internasional di Bali Utara akan bisa memberikan pemerataan penyebaran pariwisata. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) –Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) menjadi alternatif mengatasi kepadatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sekretaris DPD Asita Bali, Putu Winastra, Kamis (11/5) mengatakan, pelaku pariwisata sangat mendukung dibangunnya BIBU untuk pemerataan pembangunan pariwisata.

Ia mengungkapkan, bagaimana pun pembangunan BIBU akan bisa memberikan pemerataan penyebaran pariwisata di belahan Bali yang lain. Walaupun pembangunan BIBU memerlukan waktu perencanaan jangka panjang.

Ia menjelaskan, BIBU itu tidak akan bisa terwujud kurang dari 10-15 tahun. “Hal itu perlu waktu yang lama karena tidak sekadar membuat bandara, namun juga perlu infrastruktur yang lain pendukung BIBU itu sendiri,” katanya.

Ia memaparkan, memang benar sekarang kapasitas Bandara Ngurah Rai sangat terbatas menampung penambahan kedatangan wisatawan. Target pemerintah pusat menggaet 20 juta wisatawan di tahun 2019. Di mana Bali harus berkontribusi 50 persen dari target tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam pencapaian target kunjungan wisman tersebut tentunya tidak akan mudah. Apabila kapasitas Bandara Ngurah Rai sangat terbatas, sehingga mesti segera dicarikan solusi.

Menurutnya, sebagai solusi jangka pendek diharapkan pemerintah, angkasa pura, pengelola bandara lainnya dan stakeholder pariwisata perlu duduk bersama untuk bisa mencarikan jalan keluar. Ini agar kedatangan wisatawan tidak hanya numplek saat di peak time saja.

Ia melihat ada waktu antara jam 12 malam sampai jam 6 pagi slot yang kosong di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Low cost airlines baik dalam negeri dan luar negeri perlu diajak kerja sama dengan memberikan tarif parkir yang lebih murah, sehingga kedatangan wisatawan bisa ditambah.  (kup)

BAGIKAN