Dana bergulir dari Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) belum dinikmati merata di Bali, baik oleh koperasi maupun pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sejak diluncurkannya, LPDB baru mengucurkan dana Rp 600 miliar di Bali. Berapa idealnya dana bergulir dari LPDB di Bali?

SALAH seorang pengamat koperasi, IB Udayana Putra, S.E., M.M. menyebutkan, penyebaran dana bergulir dari LPDB di Bali masih sangat kecil. Data dari LPDB menyebutkan, sejak diluncurkan dana yang disalurkan baru Rp 600 miliar.

Jumlah koperasi di Bali tercatat 4.975. Jadi kalau dirata-ratakan satu koperasi mendapat pinjaman Rp 125 juta. Jumlah tersebut sangat kecil kalau dibandingkan aktivitas masing-masing koperasi.

”Jumlah koperasi di Bali didominasi koperasi simpan pinjam (KSP). Idealnya satu KSP mendapat pinjaman rata-rata Rp 500 juta. Kalau diberikan dengan jumlah tersebut, LPDB harus mengucurkan dana di Bali Rp 2,5 triliun. Kalau saja dari jumlah koperasi di Bali, setengahnya yang sehat, dana ideal yang harus dikucurkan di Bali Rp 1,25 triliun,” harapnya.

Saat ini, katanya, peluang untuk mendapatkan dana bergulir dengan bunga rendah sangat besar. Hal ini karena Menteri Koperasi dan UKM RI adalah putra Bali.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB, Dr. Ir. Kemas Danial, M.M. belum lama ini menyebutkan, dana LPDB di Bali tergolong bagus dan lancar. Sampai saat ini, dana yang dikucurkan Rp 600 miliar. Untuk tahun 2017, target penyaluran dana bergulir Rp 300 miliar. ”Kalau berbicara ideal, jumlahnya memang masih jauh. Hal ini karena jumlah koperasi di Bali cukup banyak. Koperasi masih terkendala kelayakan proposal sehingga hanya beberapa koperasi yang mampu melengkapi persyaratan,” kata Kemas Danial sambil menyebutkan, persyaratan sudah dibuat tim dari Kementerian Koperasi dan Keuangan sehingga tidak dapat diubah. Jika diberikan kemudahan, LPDB sebagai pelaksana dana bergulir akan disalahkan. ‎

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, I Dewa Nyoman Patra, S.H., M.H. menyebutkan, hampir semua koperasi di Bali berminat mendapatkan dana bergulir. Hanya baru beberapa koperasi yang mampu akses LPDB. Koperasi umumnya masih terkendala ketatnya persyaratan karena manajemen koperasi masih semiprofesional. ”Koperasi yang sudah dikelola profesional sudah mendapatkan pendampingan modal dari LPDB. Ada satu KSP diberikan sampai Rp 8 miliar. Maka itu, kami pun berharap persyaratan yang diberikan LPDB dipermudah atau paling tidak LPDB membuka kantor di Bali sehingga tidak sulit mengaksesnya. Ini juga merupakan satu kendala yang memberatkan KSP,” kata Dewa Patra.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si. juga menyebutkan hal sama. Semua koperasi berkeinginan mendapatkan sokongan modal melalui dana bergulir LPDB. Namun dia mengakui persyaratannya masih cukup memberatkan. ”Kami juga berharap persyaratan dipermudah sehingga semua koperasi dapat menikmati rendahnya bunga pinjaman dari LPDB,” tegasnya. ‎‎ (sta)

BAGIKAN