’’Karya Bhatara Turun Kabeh’’ di Pura Samuan Tiga

21
Karya Bhatara Turun Kabeh di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Bertepatan dengan Purnama Kedasa, Buda Kliwon Pahang, Rabu (10/5) lalu, dilaksanakan Karya Bhatara Turun Kabeh di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar. Prosesi piodalan di pura yang merupakan tempat tercetusnya desa pakraman serta pura Kahyangan Tiga ini, berlangsung selama 21 hari.

Prosesi Karya Bhatara Turun Kabeh mulai 25 April 2017 lalu, yang diawali Nyambut Karya, Pengerauh, Madakeling, Negtegan, Nyangling, Mendak Pekuluh, Petabuhan dan Rabu (10/5) lalu puncak piodalan.  Setelah itu, berlangsung upacara Penganyaran dan Ida Bhatara Budal pada Sabtu (13/5), diiringi prosesi Siat Sampian, hingga Kamis (25/5) mendatang dilaksanakan Penyepian Karya. Sementara untuk tahun ini, proses melis dilaksanakan Melis Ngubeng.

“Pada upacara Penganyaran kami mohon dilaksanakan oleh masing-masing kabupaten/kota termasuk propinsi,” ungkap Ketua Paruman Pura Samuan Tiga, I Wayan Patera  didampingi Manggala Saba, Ida Bagus Made Parsa, Minggu (7/5) lalu. Dijelaskan, saat dilangsungkan upacara Bathara Turun Kabeh itu simbol-simbol sakral yang utama (pralingga) dan seluruh Bhatara Lawa yang ada di kompleks Pura Samuan Tiga diusung secara ritual dan distanakan/melinggih di Penataran.

Hal ini menggambarkan bahwa para Dewa bersatu untuk memberikan karunia dan kesejahteraan pada umat sesuai dengan kadar karma dan baktinya. Pura Samuan Tiga dilengkapi dengan empat Pura Lawa yakni, Pura Pucak Bukit, Pura Batan Jeruk, Pura Kelangu, dan Pura Santian

“Pura Samuan Tiga berasal mula dari Pura Penataran pada Kerajaan Bedahulu  abad 11 sehingga secara konseptual untuk pemujaan Siwa Buda,” kata Wayan Patera. Kahyangan Jagat Samuan Tiga di-empon oleh lima (5) desa pakraman dan 13 banjar. Desa pakraman itu adalah Bedulu, Taman, Wanayu Mas, Tengkulak Kaja dan Tengkulak Tengah. Jumlah penduduk pengempon pura sekitar 2.400 kk. (kup)

BAGIKAN