Layanan ”Online” Bank Terganggu OJK Minta Nasabah Tenang

21
Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra meminta nasabah tenang terkait adanya kasus yang terjadi pada salah satu bank BUMN terkait layanan online-nya.

“Bank Mandiri sudah menangani terkait terkait masalah gangguan layanan Mandiri Online-nya. Masyarakat kami harapkan tenang,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi saat dihubungi di Sanur, Selasa (9/5) lalu.

Zulmi mengatakan, bagi masyarakat yang perlu informasi terkait masalah tersebut diharapkan langsung minta konfirmasi ke bank bersangkutan. Nasabah diharapkan tidak terpengaruh informasi yang tidak jelas kebenarannya.

“Untuk kepastiannya nasabah lebih baik langsung menghubungi bank tersebut,” imbauanya.

Seperti diketahui, layanan Mandiri online sempat mengalami gangguan operasional dan menimbulkan kerugian beberapa nasabahnya. Layanan yang terganggu yaitu penggabungan mobile banking dengan internet banking. Sejumlah nasabah bank BUMN ini melaporkan adanya perbedaan saldo yang terdapat di rekening mereka.

Kepala KPw BI, Causa Iman Karana saat dihubungi mengatakan, kasus layanan online bank yang terganggu sudah ditindaklanjuti dan teliti bersama atas permasalahan yang ada oleh BI dan OJK pusat.

Sementara pemerhati perbankan yang juga mantan Dirut Bank Sinar, IB Kade Perdana menilai, sebagai BUMN dengan aset terbesar, telah go public dan sahamnya telah menjadi milik investor swasta dan masyarakat pada umumnya, semestinya kejadian tersebut tidak terjadi.

“Semestinya pihak pengurus atau manajemen puncak bisa menjaganya dengan baik agar jangan sampai terjadi kebobolan, apalagi bukan kali ini saja Bank Mandiri mengalami kebobolan bahkan sudah termasuk sering,” katanya. (dik)

BAGIKAN