Unik, Kerajinan Modifikasi Mobil dari Kayu Jati

37

 Singaraja (Bisnis Bali) – Perkembangan kerajinan kayu di Bali sangat pesat, yakni berbagai jenis kerajinan pun telah dihasilkan. Hal itu didukung dengan melimpahnya ketersediaan bahan baku kayu. Bahkan di tiap daerah mempunyai kayu-kayu yang khas dan bisa diolah menjadi barang kerajinan dengan kualitas baik.

Secara umum, kayu yang digunakan untuk membuat suatu kerajinan adalah kayu mahoni, kayu jati, kayu pinus, dan banyak jenis kayu yang lain. Ada juga perajin yang menggunakan kayu bekas atau kayu sisa yang sudah tidak dipakai untuk dijadikan berbagai produk kerajinan.

Membuat kerajinan tangan dari kayu diperlukan skill dan juga keterampilan untuk mengolah kayu, terutama keterampilan menggunakan alat-alat pendukung yang berhubungan dengan peralatan gergaji dan ukir. Kayu yang mempunyai tekstur keras serta mempunyai serat akan menghasilkan kerajinan yang unik serta memiliki nilai jual yang mahal.

Seperti perajin asal Dusun Bukit Telu, Desa Bengkel, Kecamatan Busung Biu, Buleleng yang memanfaatkan kayu jati menjadi kerajinan unik yang diaplikasi di kendaraan seperti mobil dan motor, atau bisa dikatakan memodifikasi kendaraan dengan memanfaatkan kayu lokal Bali.

Jika pada umumnya modifikasi kendaraan menggunakan bahan buatan pabrik dari dalam hingga luar negeri. Namun berbeda dengan apa yang dilakukan seorang perajin sekaligus modifikator Gede Sation, yakni pihaknya mampu membuat kerajinan sekaligus menjadi modifikator inovatif dengan memanfaatkan kayu jati menjadi bodi kendaraan, baik mobil ataupun motor. Layaknya usaha mebel pada umumnya, Gede Sation permak mobilnya yang sudah usang dirombak sedemikian rupa menggunakan kayu jati. Diakuinya, untuk satu mobil, dirinya menghabiskan biaya Rp 8 juta. Sementara penggunaan kayu jati mencapai satu kubik kayu. (ira)

BAGIKAN