Pariwisata Bali perlu Penambahan Kapasitas Bandara

50

Denpasar (Bisnis Bali) – Seiring penambahan kedatangan wisatawan, pariwisata Bali perlu didukung bandara yang memiliki kapasitas daya tampung yang lebih besar. Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, IB. Agung Partha Adnyana, Selasa (9/5) mengatakan, Otoritas Bandara Ngurah Rai diharapkan bisa memperluas areal, dan menambah kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Ia mengungkapkan, ketika terjadi penambahan kedatangan wisatawan, Bandara I Gusti Ngurah Rai memang perlu melakukan penambahan luas areal bandara. Ini diikuti penambahan dan penataan areal parkir pesawat, penataan terminal dan fasilitas lainnya. Penambahan fasilitas ini akan menambah kapasitas bandara melayani pesawat yang membawa wisatawan berlibur ke Bali.

Ia menjelaskan, saat ini Bandara Ngurah Rai mendesak harus melakukan penambahan runway. Penambahan runway penting untuk memudahkan pesawat-pesawat yang membawa wisatawan ini landing maupun take off di Bandara Ngurah Rai.

Dipaparkannya, penambahan runway ini mendesak di lakukan di Bandara Ngurah Rai. Jika penambahan runway ini tidak bisa diwujudkan maka sangat baik menyiapkan Bandara Internasional Bali Utara yang baru.

Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma mengatakan, akibat keterbatasan kapasitas Bandara Ngurah Rai memang banyak yang menyarankan dan mendukung pembangunan bandara internasional Bali Utara. Hanya saja, penambahan bandara baru ini akan banyak merusak alam,  tatanan budaya yang ada di Bali.  (kup)

BAGIKAN