Operator Selular Bersama Kementerian P dan K Kukuhkan Komitmen Program 1.000 Sekolah ’’Broadband”  

27
Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU). (aya)

Gianyar (Bisnis Bali) – Salah satu operator telekomunikasi selular, yakni PT XL Axaita Tbk (XL Axiata) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjalin kerjasama mewujudkan Program 1.000 Sekolah Broadband.

Program ini merupakan bentuk nyata dukungan operator selular untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan akses internet cepat dan teknologi digital. Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum ofUnderstanding (MoU) antara kedua pihak dihadiri oleh Chief of Corporate Affairs Officer XL Axiata, Eka B. Danuwirana, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Drs. M. Mustaghfirin Amin, pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali, serta para Kepala Sekolah Perwakilan dari 12 Sekolah Penerima Program dari seluruh Bali, bertempat di SMK 3 Sukawati, Gianyar, Senin (8/5).

Menurut Chief of Corporate Affairs Officer XL Axiata, Eka B. Danuwirana, kesepakatan bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam hal ini Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, akan sangat mambantu pihaknya dalam memetakan sekolah-sekolah yang perlu diprioritaskan untuk menyalurkan donasi. “Dalam memilih sekolah-sekolah ini, kami harus cermat, mengingat ada banyak sekolah yang pasti membutuhkan fasilitas internet cepat,” katanya.

Harapannya, Program 1.000 Sekolah Broadband ini mampu membantu pemerintah dalam meningkatan kualitas pendidikan anak-anak di berbagai daerah melalui pemanfaatan internet cepat secara efektif dan tepat guna, serta untuk mengakses sumber-sumber ilmu pengetahuan yang bisa meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan mereka.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Drs. M. Mustaghfirin Amin, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dibangun oleh XL Axiata melalui Program 1.000 Sekolah Broadband. “Program ini sangat sesuai dengan salah satu agenda dari kementerian yang memang sedang berusaha memeratakan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar dan menengah,” ujarnya. (aya)

BAGIKAN