Desa Wisata Kenalkan Keseharian Masyarakat  

22
BERLIBUR - Wisatawan yang berlibur di salah satu desa wisata. (ira) 

Singaraja (Bisnis Bali) – Keindahan desa mendukung pariwisata di Bali Utara. Walaupun terus menerus didatangi banyak wisatawan dari berbagai kalangan dengan budaya dan sifatnya masing-masing, masyarakat Bali tidak begitu saja hanyut dan melupakan adat dan budayanya. Mereka tetap menjunjung tinggi adat dan budaya yang mereka miliki, seperti budaya pernikahan, upacara ngaben, dan mepandes. Adat dan budaya inilah yang menjadi keunikan tersendiri yang membuat wisatawan betah karena mereka tidak akan menemukan di daerah asal mereka. Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat Bali khsusunya di Bali Utara yang cenderung ada di sektor pariwisata membuat mereka harus bisa berinteraksi dengan siapapun termasuk para turis asing.

Ketua Desa Wisata Desa Sudaji, Gede Suharsana, belum lama ini mengungkapkan, Desa Wisata sudah ada sejak 2008 dengan potensi yang dimilki. Namun, saat ini upaya untuk mampu dikembangkan lebih maksimal yakni dengan membangkitkan potensi yang ada melalui Kelompok Sadar Wisata yang sudah dibentuk di desa.  “Kelompok ini sudah mulai bergerak, apa planning mereka ke depan, saya akan mengawasi, karena yang menjadi daya tarik wisatawan adalah aktivitas kesehariannya,” ungkapnya. (ira)

BAGIKAN