BPR Prioritaskan Garap UMKM

18

Mangupura (Bisnis Bali) – Mengawali tahun 2017, bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali dihadapkan masalah kredit bermasalah (NPL) tinggi.  Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Bidang Pendidikan dan Litbang DPK Perbarindo Badung, AA Ngurah Widarta, Selasa (9/5) mengatakan, BPR harus kembali memprioritaskan penggarapan kredit di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ia mengungkapkan, awal 2017 BPR masih dihadapkan masalah NPL tinggi. Kondisi ini dirasakan rata-rata semua BPR. NPL tinggi ini tentu wajib disikapi BPR.

Direktur Utama BPR Kita Centradana, menjelaskan, kondisi ini mesti  disikapi BPR dengan berhati-hati menyalurkan kredit, terutama selektif  menyalurkan kredit ke sektor properti.

Dipaparkannya, di sisi lain BPR harus menghimpun dana murah. Dana yang digaet lebih banyak dalam bentuk tabungan ketimbang deposito. Biaya bunga deposito tentunya lebih tinggi ketimbang bunga tabungan. (kup)

BAGIKAN