KABUPATEN Buleleng berupaya terus mengembangkan sektor pertanian. Komoditi tanaman pangan yang terus dikembangkan dan ditingkatkan produksinya antara lain padi dan palawija seperti padi sawah, padi ladang, jagung, kacang tanah, kacang kedelai dan ubi kayu.  Komoditi tanaman buah-buahan meliputi advokat, rambutan, mangga, anggur, duku, jeruk, durian, sawo, jambu biji,  pisang  pepaya, nenas dan salak.

Dari website resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng, disebutkan, komoditas tanaman pangan khususnya hortikultura seperti mangga harum manis, telah ditetapkan sebagai komoditas unggulan Buleleng yang kualitasnya sangat baik dan telah masuk pasar nasional dan juga internasional. Tanaman mangga harum manis mencapai 728.103 pohon dengan produksi mencapai 28.858 ton.

Berbeda dengan mangga harum manis, komoditi mangga bikul atau yang biasa dikenal dengan poh bikul yang juga menjadi unggulan Desa Menyali sangat langka. Menurut Kepala Desa Menyali I Made Jaya Arta, populasi mangga tikus ini belum mampu untuk dikembangkan. Jaya Harta mengatakan, poh bikul mulai langka karena upaya dan usaha untuk mengembangkan bibit tanaman poh bikul sangat sulit dan cenderung gagal. Menurutnya, pernah ada ahli pertanian yang datang ke Desa Menyali untuk mencoba melakukan pembibitan dengan berbagai cara tetapi gagal.

Namun Made Sudarma, petani asal Br. Tengah Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng yang juga pemilik CV Karya Utama mengatakan, tengah mengembangkan bibit poh bikul. “Saya memang tertarik untuk mengembangkan bibit tanaman langka, termasuk poh bikul ini,” ucapnya.(pur)

BAGIKAN