Malu Melapor, Investasi Bodong pun Susah Ditutup

31
Suasana pengaduan konsumen ke OJK.

 

Investasi bodong atau ilegal kerapkali masih saja ditemukan di masyarakat dan merugikan konsumen. Satu sisi otoritas telah melakukan berbagai upaya untuk memberantas timbulnya investasi bodong. Kenapa bisa terjadi?

PENIPUAN investasi bodong tidak dipungkiri masih marak ditemukan sampai saat ini. Perkembangan teknologi juga ikut menjadi alternatif media bagi kalangan penipu investasi bodong. Itu terlihat dari kegiatan yang dilakukan secara online maupun offline. Umumnya model investasi bodong gencar mencari korban dengan iming-iming untung besar. Dengan tawaran untung yang menggiurkan tersebut, praktis membuat makin banyak orang tertarik untuk beinvestasi. Akibatnya, konsumen bukan untung yang didapatkan melainkan kerugian. Sayangnya, konsumen yang dirugikan dari  model investasi bodong tidak melaporkan sehingga otoritas susah atau terlambat untuk memberantas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri mencatat ada 91 pihak yang diduga menawarkan investasi bodong yang dilaporkan hingga Maret 2017.

Terkait masih maraknya investasi bodong di lapangan, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad di sela-sela seminar internasional terkait perilaku konsumen di Nusa Dua mengatakan, kemauan orang atau konsumen yang dirugikan untuk melapor atau mengadu ke OJK masih rendah.(dik)

 

BAGIKAN