Disparda Sinergi BPPD Denpasar Laksanakan Lomba Ilustrasi Kartun  

32
Peserta Lomba Ilustrasi Kartun sedang diberikan arahan dari juri lomba. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Dengan tagline Denpasar Kota Kreatif yang berbasis pada budaya, Denpasar terus menggali potensi minat dan bakat anak-anak sejak usia dini, guna mengembangkan kecintaan terhadap budaya dan mengembangkan daya imaginasi dan kreativitas.

Dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional yang jatuh tiap 2 Mei, Dinas Pariwisata Kota Denpasar bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Denpasar menginspirasi Lomba Ilustrasi Kartun dengan tema “Denpasar Kotaku Rumahku”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (7/5), di Denpasar Art Space (DAS) yang berlokasi di Gedung Merdeka Denpasar.

Kegiatan lomba diikuti 65 peserta tingkat SD kelas 4, 5 dan 6.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan mengatakan, kegiatan lomba ilustrasi kartun ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka mempromosikan dan mendekatkan masyarakat Denpasar, khususnya anak usia dini dapat memanfaatkan DAS sebagai medium berkreasi. Selain itu, untuk lebih mengenal karya-karya seni yang dihasilkan para maestro seni Kota Denpasar. ”Anak – anak sejak usia dini dapat dikembangkan lagi oleh generasi muda dan masyarakat umum, serta dapat mengunjungi Gallery guna melihat hasil karya seniman Denpasar yang sedang dipamerkan di Gallery DAS,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPPD Kota Denpasar, I B Gede Sidharta Putra menambahkan, kegaiatan lomba tersebut yang pesertanya anak sekolah dasar se-Kota Denpasar merupakan kegiatan yang sangat penting dapat menumbuhkembangkan kecintaan generasi muda terhadap kreativitas seni dan budaya, agar dapat mempertahankan brand Kota Denpasar sebagai kota kreatif yang berlandaskan budaya.

”Melalui berbagai kegiatan seni dan kreativitas yang kami selenggarakan sepanjang tahun ini, kami harapkan akan memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional untuk datang ke Kota Denpasar,” jelasnya sambil berharap ke depan generasi muda mampu berkreasi menciptakan animasi film pendek bernuansa budaya Bali, sehingga mampu menambah daya tarik wisatawan datang ke Denpasar.

Salah seorang kartunis yang sekaligus juri lomba, Jenggo Paramartha menjelaskan, dipilihnya lomba ilustrasi kartun bagi anak-anak usia dini guna merangsang pola pikir kreatif. Film kartun bagi anak-anak sebagai konsumsi tiap saat, namun perlu imaginasi yang ada dipikiran dan dapat dituangkan langsung oleh anak-anak. ”Keberanian menuangkan pikiran melalui daya ingat dari menonton film kartun. Merupakan ide kreatif berani. Kami akan mengetahui sejauh mana mereka mampu menuangkan dalam ilustrasi lukisan kartun. Kalau ada yang mampu kami akan lakukan pendampingan lanjutan, sehingga ke depan kami arahkan untuk mampu dilanjutkan ke jenjang animasi,’’ jelasnya. Katanya, di sinilah nilai ekonominya sangat tinggi, banyak perusahaan animasi yang masih memerlukan animator. (ad904)

BAGIKAN