Bupati dan Petani Tabanan Terima Satya Lencana dari Presiden Jokowi  

37

Tabanan (Bisnis Bali) – Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut berupa Satya Lencana Pembangunan Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Selain Bupati Eka, seorang petani dari Banjar Wangaya Betan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel atas nama I Nengah Suarsana juga menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya pada bidang yang sama.

Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Penas KTNA) XV di Stadion Juang Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (6/5) lalu.

Dalam proses penyematan tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan, Bupati Eka bersanding dengan kepala daerah dan seorang petani dari provinsi lainnya. Seperti Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo.

Kemudian, ada juga Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Minahasa Utara James Sumendap, Bupati Bone Andi Fahsar M. Padjalangi, Bupati Barito Utara Nadalsyah, Bupati Tapin M Arifin Arpan, Wali Kota Lubuk Linggau SN Prana Putra Sohe, dan petani dari Tasikmalaya Aep Saefudin.

Begitu juga dalam penyematan tanda kehormatan Satya Lencana Wira Karya, I Nengah Suarsana bersanding dengan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mian, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta tujuh petani dari provinsi lainnya.

Pemberian tanda kehormatan tersebut sebagai penghargaan tertinggi sekaligus apresiasi atas kepedulian, niat, serta kerja keras Pemkab Tabanan untuk memperhatikan, melindungi, serta mempertahankan wilayahnya sebagai Lumbung Pangan Bali.

Demikian halnya bagi Nengah Suarsana yang telah mendedikasikan diri pada bidang pertanian dengan merintis serta mengembangkan Sekolah Pertanian Somya Pertiwi.

Pemberian penghargaan dari Pemerintah Pusat tersebut disambut suka cita oleh para petani Tabanan yang turut serta dalam Penas KTNA kali ini. Begitu juga oleh Bupati Eka. Usai menerima penghargaan tersebut, Bupati Eka menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dan apresiasi yang diberikan Pemerintah Pusat tersebut.

“Tentu saya bersyukur. Karena apa yang telah diupayakan Pemkab Tabanan agar bisa mempertahankan Tabanan sebagai Lumbung Pangannya Bali akhirnya mendapatkan apresiasi. Tentunya, ini kerja keras semua pihak terutama para petani dan nelayan yang setia pada profesinya,” ujar Bupati Eka.

Menurut Bupati Eka, petani dan nelayan adalah kaum Marhaen yang harus diutamakan kehidupannya. Terlebih, hal tersebut sudah diamanatkan Bapak Bangsa serta Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno.

“Amanat Bung Karno sudah jelas. Mengyomi dan mengangkat derajat hidup mereka. Petani dan nelayan adalah nafas saya. Karena itu, penghargaan ini merupakan salah satu bentuk keberpihakan kita kepada para petani dan nelayan,” ujarnya.

Selain menyambut dengan rasa syukur, penghargaan tersebut juga dimaknai Bupati Eka sebagai bentuk motivasi untuk terus melakukan yang terbaik.

“Penghargaan ini juga harus dilihat sebagai sebuah amanat yang luar biasa untuk memacu Pemkab Tabanan berbuat maksimal lagi untuk pembangunan pertanian di Tabanan,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam pengarahannya sesaat sebelum membuka secara resmi Penas KTNA menekankan agar semua pihak selalu memberikan dukungan kepada para petani dan nelayan.

“Kita ingat waktu kecil dengar orang-orang tua kita bilang, kalau tidak ada petani yang kerja keras, kita mau makan apa. Kalau tidak ada nelayan yang kerja keras, kita mau makan ikan apa. Karena itu kita harus sayang kepada petani dan nelayan,” ujar Presiden Joko Widodo.

Masih dalam pengarahannya, Presiden Joko Widodo juga mengajak masing-masing kepala daerah untuk kembali melihat potensi unggulan bidang pertanian dan kelautan di wilayahnya. “Gubernur, bupati, dan wali kota harus melihat tanaman unggulan di daerahnya yang punya harga baik,” tandasnya. (ad906)

BAGIKAN