Pariwisata Bali Wajib Lakukan Diversifikasi Pasar

23

Mangupura (Bisnis Bali) – Dalam era persaingan global, pariwisata Bali dituntut cerdas menggaet wisatawan dari berbagai pasar. Wakil Ketua PHRI Bidang Komunikasi dan Informasi, Ramia Adnyana, Jumat (5/5) mengatakan, pelaku pariwisata Bali termasuk di sektor perhotelan wajib melakukan diversifikasi pasar guna mencapai target kunjungan wisatawan ke Bali.

Ia mengungkapkan, selama ini pariwisata Bali sudah menggarap pasar klasik seperti Eropa dan Australia. Saat ini, pelaku pariwisata Bali termasuk di sektor perhotelan perlu menggarap pasar potensial seperti Cina dan India.

Wakil Ketua 1 DPD IHGMA BALI ini menjelaskan, sebagai pelaku pariwisata, diversifikasi pasar sangat penting. Hal ini harus dilakukan sebab dengan diversifikasi pasar hotel tidak tergantung pada satu pasar saja.

Ia memaparkan, ini sama artinya dengan tidak menempatkan telor di satu keranjang. Ketika keranjang terjatuh, maka sangat berisiko semua telor menjadi pecah.

Ramia Adnyana menegaskan, pelaku di sektor perhotelan sangat penting melakukan diversifikasi pasar. Strategi pasar dengan diversifikasi  akan lebih aman menunjang berkebelanjutan sebuah hotel.

Lebih lanjut dikatakannya, pengarapan pasar secara menyeluruh ini antara lain untuk mengisi tingkat hunian selama 365 hari dalam setahun. Pasar Eropa dan Australia yang merupakan pasar tradisional bagi Bali. Pemerintah dan pelaku pariwisata Bali harus tetap melakukan promosi ke Eropa dan Australia. “Promosi ini untuk mempertahankan atau meningkatkan kedatangan wisatawan dari pasar tradisional tersebut,” katanya. (kup)

BAGIKAN