SMangupura (Bisnis Bali) – Dari sisi kebijakan makroprudensial, Bank Indonesia fokus pada pengelolaan risiko sistemik. Ini sesuai komitmen BI selaku salah satu otoritas dalam sistem keuangan Indonesia dengan kewenangan yang dimiliki untuk terus konsisten menjaga dan memelihara stabilitas sistem keuangan.

“Fokus lainnya yaitu risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar dan penguatan struktur permodalan,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto di Kuta.

Sementara dari sisi kebijakan moneter, kata Erwin, kebijakan suku bunga diarahkan agar secara konsisten mampu mengendalikan inflasi sesuai dengan targetnya, sementara kebijakan nilai tukar ditempuh agar pergerakannya sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Demikian pula dari sisi kebijakan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah, BI akan mengembangkan industri sistem pembayaran domestik yang lebih efisien melalui penyempurnaan arsitektur sistem pembayaran dan perluasan akses layanan pembayaran.

”Selain langkah-langkah tersebut, BI memandang untuk memelihara kestabilan sistem keuangan memerlukan sinergi antarlembaga,” ujarnya.(dik)

BAGIKAN