Bayang-bayang lesunya ekonomi Bali, salah satunya dicerminkan dengan menurunnya daya beli konsumen, tak menghambat laju pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) Pulau Dewata. PDRD mampu tumbuh 5,75 persen pada triwulan I/2017 dibandingkan triwulan sebelumnya. Lalu apa yang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali tersebut?

TOTAL perekonomian Bali yang diukur berdasarkan PDRB atas harga berlaku mencapai Rp 50,64 triliun dan berdasarkan dasar harga konstan mencapai Rp 34,83 triliun pada triwulan I/2017 lalu. Triwulan  I-2017  (yoy) perekonomian Bali ini tumbuh mencapai 5,75 persen. Pertumbuhan  tersebut  didorong  oleh  seluruh lapangan  usaha dengan pertumbuhan  tertinggi  terjadi pada  lapangan  usaha  jasa  lainnya  yang  tumbuh  8,53  persen,  diikuti  lapangan  usaha penyediaan  akomodasi  dan  makan  minum yang  tumbuh  7,78  persen  dan  lapangan  usaha jasa  kesehatan  dan  kegiatan  sosial mencapai 7,58 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Adi Nugroho secara  umum  struktur  perekonomian Bali  menurut  lapangan  usaha masih  didominasi oleh  tiga  lapangan  usaha utama. Ketiganya adalah penyediaan akomodasi  dan makan  minum mencapai 23,46 persen, pertanian, kehutanan dan  perikanan 14,34  persen dan transportasi dan pergudangan 9,22  persen.

Jelas Adi, penyediaan  akomodasi  dan  makan minum  mampu tumbuh 7,78 persen,  pertanian,  kehutanan  dan  perikanan  tumbuh mencapai  4,34  persen  dan  transportasi  dan  pergudangan tumbuh 5,21  persen.  Katanya, jika  dibandingkan dengan triwulan  yang  sama  tahun  sebelumnya  yakni  triwulan I 2016, perekonomian  Bali  pada  triwulan  ini  tumbuh  lebih  lambat. Pada  triwulan  I 2016  ekonomi  Bali tumbuh 6,38  persen.

“Perlambatan  pertumbuhan  ini  disebabkan   perlambatan  pertumbuhan pada  beberapa  lapangan  usaha. Di antaranya,  lapangan  usaha  pengadaan  listrik  dan  gas  yang  hanya  tumbuh 0,52  persen, setelah  sebelumnya mampu tumbuh  10,58  persen,” ujarnya.

Di  sisi  lain  lapangan  usaha  pertanian,  kehutanan  dan  perikanan  merupakan  salah  satu  lapangan usaha  yang  mengalami  percepatan  pertumbuhan  jika  dibandingkan  triwulan  I  2016. Pada tahun  sebelumnya, lapangan  usaha  ini  tumbuh  2,03  persen,  sedangkan  tahun  ini  mampu  tumbuh  4,34  persen.  Selanjutnya lapangan  usaha  penyediaan  akomodasi  dan  makan  minum  pun  mengalami  percepatan  pertumbuhan  yakni dari  6,15  persen di  tahun  lalu  menjadi  7,78  persen tahun  ini.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Bali triwulan I 2017 (yoy), lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum (akomodasi) memiliki sumber pertumbuhan tertinggi mencapai 1,54 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran dan reparasi mobil dan motor (perdagangan) 0,67 persen, lapangan usaha pertanian menyumbang 0,60 persen dan lapangan usaha konstruksi 0,60 persen. Sementara untuk lapangan usaha lainnya di luar lapangan usaha tersebut memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I 2017 mencapai 2,39 persen.  (man)

BAGIKAN