Sayur kubis atau kol cukup banyak dikonsumsi masyarakat, sehingga permintaannya cukup tinggi. Melihat permintaan pasar tersebut, budidaya sayur kubis layak untuk dikembangkan.

Keunggulan budi daya kubis, menurut I Ketut Sueta, petani jeruk asal Banjar Lawak, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang Kabupaten Badung, sayur ini bisa ditanam sepanjang tahun. Kubis tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 meter di atas permukaan air laut, ke atas atau daerah berhawa sejuk.

“Sebelum menanam olah lahan terlebih dahulu. Lahan perlu dicangkul serta dibajak sedalam 20-30 cm,” tuturnya. Kemudian bersihkan gulma serta sisa-sisa tanaman untuk mencegah serangan penyakit terbawa tanah.

Sementara itu siapkan media persemaian terdiri atas campuran tanah serta pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan 1:1. Sebelum ditebar benih direndam dalam air hangat selama setengah jam lalu diangin-anginkan. Sebarkan benih dengan merata kemudian tutup dengan daun pisang selama 3-4 hari. Siraman tiap hari. Bibit yang sudah berusia 3-4 minggu mempunyai 4-5 daun siap ditanam.

“Jarak tanam rapat 45 cm atau jarak tanam jarang 60 cm,” ucapnya. Sebelum ditanam di lahan, berikan pupuk 1 hari sebelum tanam. Pupuk tambahan diberikan pada lubang tanam yang sudah diberi pupuk kandang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.

Pilih bibit yang segar dan sehat, kemudian tanam bibit pada lubang tanam. Bila bibit disemai pada polybag plastik, keluarkan bibit dari polibag lalu baru ditanam, bila disemai dalam bedengan ambillah bibit beserta tanahnya lebih kurang 2-3 cm dari batang sedalam 5 cm. Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah. “Kubis bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain. Seperti yang saya lakukan yaitu tumpang sari di sela-sela tanaman jeruk,” tuturnya.

Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi atau sore hari saat musim kemarau. Selain penyiraman, pemupukan susulan perlu  dilakukan pada umur 28 hari. “Pemupukan lebih baik dilakukan dengan pupuk organik yang mampu menjaga dan memperbaiki kualitas tanah,” tandasnya.

Untuk pemeliharaan, penyiangan atau pembersihan dari gulma harus dilakukan agar nutrisi tanah tidak habis diserap gulma. Sambil membersihkan gulma bisa dilakukan penggemburan tanah pada umur 2 serta 4 minggu.

Hama yang kerap menyerang di antaranya ulat tanah, ulat daun kubis dan ulat krop. “Pengendalian hama sebaiknya secara manual yaitu kumpulkan serta musnah. Tidak perlu menggunakan pestisida agar sayuran benar-benar sehat untuk dikonsumsi,” tukasnya.

Umur 50-90 hari, korp mulai tumbuh dan Kubis bisa dipanen sesudah berusia 81-105 hari. “Tanda-tanda kubis siap panen yaitu bila pinggir daun krop terluar di bagian atas krop telah melengkung ke luar serta berwarna agak ungu,  dan krop sisi dalam telah padat,” katanya. Proses panen sebaiknya ikursertakan dua helai daun hijau untuk perlindungan krop. Dengan demikian krop akan terhindar dari memar atau luka.

Dengan membeli bibit per bungkusnya Rp 90 ribu, bisa menghasilkan 1.500 tanaman. Harga jual kubis berkisar Rp 4-8 ribu per kilogram. “Budi daya kubis ini sebenarnya sangat menguntungkan. Untuk satu tanaman katakanlah menghabiskan biaya Rp 2.000, petani sudah mendapatkan keuntungan bersih minimal Rp 2.000 tinggal dikalikan jumlah tanaman,” paparnya.

Itu dalam kondisi harga kubis terendah. Bila harga kubis melambung maka keuntungan yang diperoleh juga makin tinggi. (pur)

 

BAGIKAN