Lomba Posyandu dan PHBS Tingkat Nasional Nyoman Sutjidra, Sp.OG : Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat  

27
Kegiatan Penilaian Lomba Posyandu dan PHBS di Desa Pengelatan Kecamatan Buleleng menjadi Duta Provinsi Bali, di Pura Bukit Kencana Mas, Desa Penglatan, Buleleng. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali ) –  Pos Layanan Terpadu (Posyandu) merupakan sebuah program pemerintah yang berkenaan dengan masalah kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan balita. Program ini bersifat dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, sehingga Posyandu umumnya dilakukan di setiap desa di beberapa kecamatan oleh kader – kader Kesehatan Desa dengan bimbingan tenaga ahli dari Dinas Kesehatan, yang bermanfaat untuk kesehatan ibu dan balita seperti gizi, imunisasi, pencegahan dan penanggulangan berbagai penyakit, serta pertumbuhan dan perkembangan balita.

Dalam upaya meningkatkan kualitas serta kinerja kader Posyandu dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Buleleng, Posyandu Desa Pengelatan Kecamatan Buleleng dipilih untuk menjadi Duta Provinsi Bali dalam Penilaian Lomba Posyandu Tingkat Nasional, di Pura Bukit Kencana Mas, Desa Penglatan, Buleleng.

Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., yang hadir dalam penilaian tersebut mengatakan,  Posyandu merupakan bentuk upaya peningkatan kesehatan bersumber daya manusia dan mempunyai potensi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta menekan angka kematian ibu dan balita.

Sementara lomba PHBS merupakan lomba  untuk membuat kader dan masyarakat  bisa lebih memahami dan melaksanakan 10 indikator PHBS di Masyarakat. Di antaranya, upaya persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, selalu memberi bayi Air Susu Ibu (ASI).

“Para kader Posyandu dituntut untuk melaksanakan aktivitas  fisik setiap hari seperti mampu menolong persalinan ibu hamil, dan juga mengingatkan kepada ibu agar memberikan bayinya ASI,” ungkapnya

Lebih lanjut, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG menuturkan, penilaian ini ditujukan  untuk meningkatkan produktivitas, kreatifitas, dan juga kinerja para kader Posyandu agar lebih optimal dalam memeberikan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita.

“Dengan adanya penilaian ini, para kader Posyandu bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita,” tuturnya.

Ditemui di tempat acara, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Aries Suradnyana menjelaskan,  untuk persiapan Posyandu, Desa Pengelatan sudah dipersiapkan dari setahun yang lalu.” Demi menikuti lomba Posyandu tingkat nasional ini, Posyandu Desa Pengelatan terpilih menjadi Duta Provinsi Bali dikarenakan  Posyandu Desa Pengelatan menjadi Posyandu yang terbaik di Provinsi Bali,”  jelas Ny. Aries.

Ny. Aries Suradnyana pun berharap kesesuaian antara profil yang dikirim ke pusat sama dengan yang ada di lapangan sehingga Posyandu Desa Pengelatan bisa  menjadi yang terbaik di tingkat nasional. ”Dengan profil yang kami kirim ke pusat saat ini dibandingkan dengan keadaan di lapangan, semoga saja apa yang kami kirim ke pusat bisa sama dengan keadaan yang di lapangan saat ini, sehingga Posyandu Desa Selat bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” harapnya.

Sementara itu, Ketua tim penilai Laksmi Widiastuti mengatakan, setelah melaksanakan broadcast  dan TP PKK Pusat terkait dengan laporan Posyandu yang dikirim Posyandu Desa Pengelatan Kabupaten Buleleng masuk nominasi sebagai Duta Provinsi Bali. ”Sebelum kami melaksanakan evaluasi ke Desa Pengelatan ini, sebelumnya kami sudah melaksanakan kajian terlebih dahulu lewat profil yang dikirim ke pusat,” ungkapnya.

Penilaian lomba Posyandu tingkat nasional ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra,  Sp.OG., anggota DPRD Provinsi, Bali Kadek Setiawan, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng,  Ny. Aries Suradnyana, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Ayu Wardhany, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait Lingkup Pemkab Buleleng, Camat Buleleng, Dewa Made Ardika. (ira)

BAGIKAN