Kerajinan Miniatur Motor dari Kaleng Bekas Miliki Nilai Jual Tinggi  

124
Kerajinan miniatur motor dan alat musik karya Ketut Artawan dan Gusti Andika. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) –  Sampah kaleng bekas hingga kini banyak ditemukan di masyarakat dan sulit terurai serta dibuang di sembarang tempat tanpa memiliki manfaat nilai jual. Biasanya kaleng bekas hanya dijual kiloan dalam wujud sampah, itu pun nilai jualnya cukup rendah kisaran Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilonya.

Namun di balik kepraktisannya ini, ternyata kaleng bekas ini mampu diubah menjadi benda miniatur barang berkualitas dan bernilai jual yang lebih tinggi daripada dijual dalam bentuk sampah kiloan. Hal itu bisa ditemukan di Desa Kalisada, Dusun Tegallenga Kecamatan Seririt Buleleng.

Ketut Artawan, salah seorang perajin miniatur motor dan alat musik dari kaleng bekas, ketika dijumpai Bisnis Bali di rumahnya, tumpukan kaleng bekas diolah menarik dibentuk menjadi miniatur motor seperti vespa dan harley. Ada juga alat musik seperti drum dan gitar. Bersama rekan sebayanya, Gusti Andika, Artawan bermula dari membuat paper craft namun lantaran dirasakan kurang menarik untuk dipasarkan dan bahan bakunya tidak terlalu bagus untuk sebagai pajangan yang awet akhirnya dirinya memilih mengolah kaleng  bekas untuk menjadi kerajinan miniatur unik.

Terinsiprasi dari internet, dirinya mencoba mengkreasikan inspirasinya sendiri menjadi kerajinan yang berbeda dari yang sudah ada di pasaran. Kaleng dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk diolah jadi barang bernilai seni. Pemilihan bahan baku kerajinan dari kaleng bekas lantaran bahannya mudah dicari. Selain mampu mengurangi pencemaran lingkungan juga mampu menambah nilai jual dari kaleng tersebut.

Meski yang saat ini menjadi kendala dalam memproduksi kerajinan miniatur ini adalah mencari pola bentuk yang sesuai model motor dan alat musik, namun perlahan kerajinan yang berawal dari hobi ini mampu ia ciptakan dan dipasarkan. Kaleng yang sudah dipola kemudian dipotong menggunakan gunting untuk dibuatkan roda dan bodi motor dengan tambahan perekat lem. Miniatur motor vespa bukan hanya unik tetapi memiliki nilai klasik karena terbuat dari kaleng bekas.

Ketut Artawan yang baru mulai memasarkan kerajinannya dari satu bulan lalu ini mengungkapkan, kerajinan ini sudah ia tekuni dari satu tahun lalu namun sebatas sebagai koleksi pribadinya saja, akan tetapi dirinya yang melihat peluang bisnis didukung dengan bantuan teknologi yang sudah canggih dirinya mencoba memasarkan pertama kali melalui akun media sosial, ternyata mendapat respons baik dari sejumlah pengguna media sosial hingga menuai pesanan.

Untuk selanjutnya dirinya mencoba mengajak masyarakat di sekitarnya untuk membuat kerajinan ini untuk memenuhi permintaan pasar, juga meningkatkan ekonomi kerakyatan.  “Pemasaran masih antarteman di kawasan Buleleng hingga Denpasar. Ke depan kami berencana merekrut tenaga kerja baik ibu rumah tangga yang berkeinginan mengisi waktu luangnya ataupun pemuda lainnya di desa kami untuk mengolah tumpukan kaleng bekas agar  bisa lebih bermanfaat,” jelasnya.

Dalam satu hari dirinya mampu memproduksi tiga hingga empat pcs kerajinan miniatur motor ataupun alat musik seharga Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per unit.  Adapun miniatur yang paling banyak diminati saat ini adalah motor Vespa dan Harley. “Kami buat dengan sistem  made to order, rencana ke depan kami akan produksi  dulu baru di pajang,” imbuhnya. (ira)

BAGIKAN