Gelaran IIMS 2017 Jadi ”Viagra” Otomotif di Bali

21
PAMERAN - Salah satu pameran yang diadakan di salah satu mall di Bali belum lama ini, yang juga berhasil menyedot perhatian pengunjung. (aya)

Penyelenggaraan pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 yang berlangsung mulai 27 April-7 Mei 2017 digadang-gadang menjadi satu upaya merangsang perkembangan pasar otomotif di Indonesia umumnya dan di Bali khususnya yang kini lesu darah. Apa dampaknya?

GENERAL Manager Kia Bali, Dodi Dikariawan, menaruh harapan besar pada perhelatan akbar ini, di tengah melesunya pasar otomotif belakangan ini. “Kami berharap setelah pameran ini, memperlihatkan perannya untuk pasar otomotif saat ini. Akibat krisis-krisis dan berbagai faktor lain, saat ini pasar otomotif menurun sekitar 20 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis bisnis otomotif akan berkembang. Para pelaku industri dan perusahaan otomotif global tetap melakukan investasi di Indonesia di tengah pelambatan ekonomi dunia. “Bisnis dan investasi otomotif itu bersifat jangka panjang. Jadi, aktivitas industri dan penanaman modal tetap jalan terus, mereka tidak hanya berorientasi setahun-dua tahun ini tetapi puluhan tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, pameran otomotif menjadi jendela dan pintu bagi pebisnis kendaraan bermotor internasional melihat Indonesia. Sebaliknya, kesempatan bagi industri otomotif nasional merambah pasar yang lebih luas. “Pameran seperti ini juga menumbuhkan optimisme bagaimana pengembangan otomotif kita ke depan. Bukan hanya karena kalkulasi profit pengusaha tetapi juga penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Cabang Auto 2000 Denpasar, Haris Prasetya.

“Pameran ini menjadi viagra kepada pasar otomotif, khususnya saat-saat kondisi penjualan sedang lesu atau stagnan,” ujarnya. Lanjutnya, bila berkaca kepada sejarah, pameran otomotif menjadi salah satu tumpuan untuk merangsang pasar. Strategi ini terbilang sukses, dan pameran mobil hingga saat ini terus dilangsungkan secara rutin. “Dahulu sejarah awalnya pameran otomotif saat kondisi pasar sedang lesu. Maka diadakan pameran otomotif untuk mendongkrak daya beli masyarakat,” ungkapnya. (aya)

BAGIKAN