Garap Peluang Pasar yang Terbuka Disperindag Denpasar Latih Pembuatan “Storyboard”  

21
Kadis Perindag Kota Denpasar I Wayan Gatra sedang memberikan pemahaman pentingnya animasi di era pasar global. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pembuatan animasi di bidang perfilman masih sangat berpeluang tinggi. Peluang pasarnya tak hanya lokal, tapi juga internasional. Banyak sekali tenaga animator yang dibutuhkan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis film pendek, game dan lainya.

Maka itu pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar memfasilitasi dalam bentuk pelatihan industri animasi dalam kegiatan pengembangan kemampuan industri berbasis teknologi kepada 20 orang masyarakat Kota Denpasar yang memiliki keinginan dan kemampuan kuat untuk mengetahui dan menggeluti bidang game atau animasi. Kegaiatan ini dilaksanakan selama satu minggu bekerja sama dengan  Bamboo Media.

Hal ini dikatakan Kadisperindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., yang didampingi ketua panitia sekaligus Kabid Industri Logam Mesin Elektronik dan Telematika dan Agro, I Nyoman Sudarsana, S.Sos.,M.Si., Kamis (4/5) saat membuka Pelatihan Animasi di Denpasar Design Centre (DDC).

Menurut Wayan Gatra, pasar kerja animasi cukup luas. Banyaknya perusahaan yang bergerak di jasa film pendek dan game berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang tak sedikit di perusahaan terkait.

Bahkan, lanjut Gatra semenjak tahun 2016 pemerintah membuka Denpasar Teknopark banyak permintaan tenaga yang mampu membuat animasi. ”Di Bali saja ada belasan perusahan yang bergerak di animasi. Sedangkan tenaga kerja di bidangnya masih minim. Maka dari itu kami melaksanakan pelatihan ini, untuk membantu masyarakat mendapatkan lapangan kerja,” kata Wayan Gatra.

Sementara itu, Sudarsana menambahkan maksud dan tujuan dari kegiatan pelatihan animasi ini memberikan pengetahuan bagaimana membuat storyboard serta memotivasi para peserta untuk berkarya. Ini diharapkan  dapat memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan.

Hasil dari storyboard  ini dapat untuk membuat kerangka pembuatan website proyek media interaktif lainnya seperti iklan, film pendek, game, media pembelajaran interaktif. Ketika dalam tahap perancangan /desain yang berbentuk animasi sebagai bagian dari industri kreatif.

”Kami harapkan peserta mampu memproduksi storyboard mengenai cerita pewayangan kuno Bali sehingga diharapkan anak muda lebih tertarik kepada budaya Bali. ‎Untuk menciptakan tenaga baru yang ke depannya diharapkan bisa mandiri. Selanjutnya dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi dan mengurangi pengangguran. Instruktur/pelatih dalam kegiatan ini adalah pengajar dari Bamboo Media,” terang Sudarsana. (sta)

BAGIKAN