BKB HI Manik Suci, Wakili Gianyar  Dalam Lomba BKB Tingkat Provinsi

25
Penilaian BKB HI Manik Suci, Br. Lantangidung Desa Batuan, di Kantor Desa Batuan Sukawati, Gianyar, Kamis ( 4/5). (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan salah satu upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional, serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara keluarga dengan balitanya.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Tim Penilai Lomba BKB Tingkat Provinsi Bali, yang diwakili oleh Kabid KS/PK BKKBN, Provinsi Bali, Debby Martha Legi,S.Sos., M,M., saat penilaian BKB HI Manik Suci, Br. Lantangidung, Desa Batuan, di Kantor Desa Batuan Sukawati, Gianyar, Kamis (4/5).

Ia mengatakan, program BKB merupakan salah satu bagian dari program KB yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua dalam membina tumbuh kembang balita, baik melalui rangsangan fisik, motorik kecerdasan dan emosional.

Debby menjelaskan, tujuan dari lomba ini untuk meningkatkan pengetahuan para kader BKB agar mampu meningkatkan pelayanan pada masyarakat.“ Penilaian lebih ditekankan pada pembinaan, sehingga mampu meningkatkan pengetahuan para kader dalam memberikan pelayanan,” ucap Debby.

Sementara itu, Kabid KB/KS  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Gianyar, I Wayan Suteja, SKM.S.Kep mengatakan, kegiatan dalam BKB ini lebih merupakan investasi untuk masa depan. Dalam kegiatan BKB para orang tua diberi bekal pengetahuan dan keterampilan, yang nantinya orangtua diharapkan mampu mengasuh dan mendidik anak balita, agar mampu menjadi generasi yang cemerlang di masa mendatang.

Sekretaris Desa Batuan Made Suarta menambahkan, BKB Holistik Integratif (HI) Manik Suci, Br. Lantangidung, Desa Batuan, sudah berdiri sejak 1992 dan merupakan BKB percontohan di Kabupaten Gianyar saat itu. Kegiatan BKB HI Manik Suci dilaksanakan secara teratur tiap bulan dan terintegrasi dengan Posyandu Kumuda Wati Br. Lantangidung.

Menurut Made Suarta, sasaran dari BKB Manik Suci tidak hanya orang tua yang memiliki balita, namun juga anggota keluarga lainnya juga diberikan tentang pembinaan pola pengasuhan anak.
Ketua BKB HI Manik Suci Br. Lantangidung, Ni Wayan Rukiani menambahkan, saat ini BKB manik Suci memiliki 11 orang kader yang terbagi dalam kader inti dan kader piket. Kader ini sudah mendapatkan pelatihan dinas/instansi terkait. (kup)

BAGIKAN