Pertambahan Ekonomi, BPR Wajib Perhatikan Kesehatan

19
Di tengah layanan nasabah saat perlambatan ekonomi, BPR mesti tetap mengupayakan agar kondisi aktiva produktif semakin baik. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali)  – Perlambatan ekonomi memang masih dirasakan pada awal 2017. Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali, AA. Ngurah Sudiptha Panji, Rabu (3/5) mengatakan menyikapi perlambatan ekonomi bank perkreditan rakyat (BPR) wajib memperhatikan kesehatan pengelolaan keuangan.

Diungkapkannya, ketika terjadi perlambatan ekonomi secara teknis operasional BPR wajib memperhatikan kesehatan keuangan. Kesehatan BPR mesti memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai ketentuan Peraturan OJK (POJK).

Ia menjelaskan pengurus BPR melalui dewan direksi dan komisaris mesti mengupayakan agar aktiva produktif bank makin baik. Walaupun omzet yang ditargetkan BPR tidak terkejar, kesehatan bank masih tetap terjaga dengan baik. “Dalam kondisi perlambatan ekonomi, pengurus BPR mesti tetap fokus memperhatikan kesehatan bank,” ucapnya.

Direktur Utama BPR Sari Wira Tama memaparkan, ketika terjadi perlambatan ekonomi BPR sangat wajar, jika tidak mencapai target dana pihak ketiga (DPK), tidak mampu mencapai target ekspansi kredit. Ini akan berimbas pada ketidakmampuan mencapai target laba dan target peningkatan aset. (kup)

BAGIKAN